Pangkalpinang (ANTARA) - Kepala Badan Pusat Statistik Republik Indonesia Amalia Adininggar Widyasanti mengapresiasi kepala daerah se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang mendukung sensus ekonomi yang akan dilakukan BPS pada Juni hingga Juli 2026.
"Kegiatan sosialisasi dan gladi bersih sensus ekonomi akan dilakukan tahun ini dan pendataan sensus dilaksanakan pada Juni hingga Juli tahun depan," kata Amalia Adininggar Widyasanti di Pangkalpinang, Jumat.
Ia mengatakan, bentuk dukungan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 ini dibuktikan dengan penandatangan Nota Kesepahaman tentang Penyediaan, Pemanfaatan, Pengembangan Data dan Informasi Statistik dalam pembangunan daerah yang dihadiri bupati dan wali kota se-Kepulauan Bangka Belitung pada Kamis (24/7/2025).
"Sensus ekonomi ini dilakukan BPS setiap tahun berakhiran 6 dan sensus ini terberat, karena BPS harus betul-betul menjamin dan tidak ada usaha yang terlewatkan dalam pendataan, karena ini sensus bukan survei," ujarnya.
Ia menyatakan, apabila dalam sensus ini ada usaha yang terlewatkan maka data yang disajikan tidak tepat. Oleh karena itu, BPS mengharapkan dukungan seluruh kepala daerah untuk mendukung BPS dalam menyelenggarakan sensus ekonomi tahun ini.
"Hasil sensus ekonomi ini nanti tentunya bisa digunakan gubernur, bupati dan wali kota untuk memanfaatkannya guna mengeluarkan kebijakan untuk meningkatkan perekonomian daerah ini," katanya.
Selain itu, hasil sensus ekonomi ini juga dimanfaatkan kepala daerah untuk merekam jumlah, jenis, tipe usaha sebagai basis dalam membuat dan merumuskan kebijakan ekonomi yang lebih tepat relevan dengan kondisi perekonomian sebenarnya.
"Mudah-mudahan kerja sama ini lebih meningkatkan kolaborasi dan kami berharap sensus ekonomi tahun depan menjadi sensus ekonomi tersukses sepanjang sejarah," katanya.
