Pangkalpinang (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menekankan pentingnya Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) sebagai langkah strategis memotret kondisi riil dunia usaha sekaligus memperkuat basis data UMKM untuk mendukung Visi Indonesia Emas 2045.
Deputi Bidang Statistik Produksi BPS M. Habibullah mengatakan UMKM memiliki peran vital dalam pembangunan nasional karena mendominasi 98,3 persen unit usaha di Indonesia.
“Dengan dominasi ini, UMKM menjadi pilar vital pembangunan jangka panjang,” ujarnya saat menjadi keynote speaker Seminar Nasional Hari Statistik Nasional (HSN) 2025 di Pangkalpinang, Selasa.
Menurutnya, SE2026 tidak hanya sekadar pendataan, tetapi juga akan membangun Statistical Business Register (SBR) yang terintegrasi sehingga kebijakan pengembangan UMKM lebih tepat sasaran.
Sementara itu, Kepala BPS Bangka Belitung Toto Haryanto Silitonga mengajak semua pihak mendukung SE2026 demi menghadirkan data yang jujur, lengkap, dan akurat.
Ia menegaskan data statistik yang berkualitas merupakan dasar kebijakan untuk memperkuat UMKM agar tetap tangguh menghadapi persaingan global.
“UMKM adalah tulang punggung perekonomian Indonesia, termasuk di Bangka Belitung. Namun sektor ini masih menghadapi tantangan, mulai dari akses pembiayaan, pemasaran, hingga kebutuhan transformasi digital,” kata Toto.
Menurut dia, data statistik yang akurat dan berkualitas akan menjadi pijakan penting dalam merancang kebijakan yang tepat bagi penguatan UMKM di daerah maupun nasional.
