Toboali, Babel (ANTARA) - Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menindaklanjuti laporan dugaan perundungan terhadap seorang siswa sekolah dasar berinisial Zh (10) yang belakangan dikabarkan meninggal dunia.

“Kami sudah mengecek langsung ke orang tua korban serta memintai keterangan enam siswa yang diduga terlibat. Mereka mengakui melakukan perundungan secara verbal berupa ejekan, bukan kekerasan fisik,” kata Kepala Dindik Bangka Selatan Anshori di Toboali, Senin.

Ia menjelaskan, pihak sekolah telah menindaklanjuti dugaan perundungan tersebut dengan membuat surat pernyataan yang ditandatangani oleh enam siswa terduga pelaku dan orang tua masing-masing, pada 22 Juli 2025.

“Dalam surat itu, para siswa menyatakan tidak akan mengulangi perbuatannya dan bersedia dikeluarkan dari sekolah jika kembali melakukan tindakan serupa,” ujarnya.

Baca juga: Polisi sidik dugaan kasus perundungan siswa di Bangka Selatan

Baca juga: Pihak sekolah di Bangka Selatan sudah tindaklanjuti dugaan perundungan terhadap siswa

Namun beberapa hari kemudian, pihak sekolah mendapat kabar bahwa Zh yang dirawat di RSUD Junjung Besaoh dinyatakan meninggal dunia.

Direktur RSUD Junjung Besaoh, dr Helen, membenarkan bahwa siswa tersebut sempat menjalani perawatan dan mendapat tindakan medis di rumah sakit.

“Pasien masuk Unit Gawat Darurat pada Kamis siang, 24 Juli, dengan keluhan nyeri perut akibat infeksi usus. Keesokan harinya, Jumat 25 Juli, dilakukan operasi. Namun setelah menjalani perawatan, pasien dinyatakan meninggal dunia,” jelasnya.

Hingga saat ini belum ada keterangan resmi mengenai hubungan antara dugaan perundungan dan penyebab meninggalnya korban.



Pewarta: Ahmadi
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026