Koba, Babel (ANTARA) - Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di seluruh pondok pesantren, sebagai langkah antisipatif untuk mencegah potensi perundungan di lingkungan pendidikan keagamaan itu.

Kepala Seksi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Kemenag Bangka Tengah Tuti Iryani di Koba, Rabu, mengatakan penguatan pengawasan dilakukan melalui pemantauan rutin serta pembinaan berkelanjutan kepada pengelola pesantren.

Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya preventif menyusul adanya dugaan kasus perundungan terhadap sejumlah santri di wilayah Kabupaten Bangka yang sempat menjadi perhatian masyarakat Bangka Belitung.

“Pengawasan terhadap pondok pesantren terus kami lakukan melalui monitoring secara berkala dan pembinaan kepada pengurus dan para pengampunya," ujar Tuti.

Ia menegaskan, selain pengawasan pihaknya juga mendorong setiap pondok pesantren untuk memperkuat sistem pembinaan santri dengan mengedepankan prinsip ramah anak.

“Kami meminta pondok pesantren menyusun kembali sistem pembinaan yang lebih baik. Mengingat usia santri yang masih labil, pendekatan pembinaan harus dilakukan secara tepat dan edukatif,” katanya.

Tuti mengatakan, peran aktif pengelola pesantren sangat penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan kondusif bagi perkembangan karakter santri.

Ia juga mengimbau agar setiap lembaga pendidikan keagamaan meningkatkan komunikasi internal serta pengawasan terhadap aktivitas santri, baik di dalam maupun di luar kegiatan belajar formal.

“Lingkungan pesantren harus menjadi tempat yang aman bagi anak-anak untuk belajar dan berkembang, baik secara akademik maupun karakter,” ujarnya.

Selain itu, Kemenag Bangka Tengah membuka ruang koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk orang tua dan masyarakat, guna memperkuat pengawasan secara kolektif terhadap tumbuh kembang santri.

Tuti berharap, melalui peningkatan pengawasan dan pembinaan tersebut, tidak ada lagi kasus serupa yang terjadi di wilayah Bangka Tengah.

“Sejauh ini di Bangka Tengah belum ada laporan terkait perundungan. Jika pun terdapat kenakalan remaja, masih dalam batas wajar dan dapat ditangani melalui pembinaan,” katanya.



Pewarta: Ahmadi
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026