Koba, Babel (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menjalankan Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) yang menyasar 1.136 anak guna menekan angka stunting di daerah setempat.
Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman di Koba, Jumat, mengatakan program ini melibatkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pejabat eselon II dan III, sebagai orang tua asuh bagi anak-anak tersebut.
“Setiap orang tua asuh menanggung biaya pemenuhan gizi anak minimal Rp15.000 per hari. Pola ini diharapkan mampu menurunkan angka stunting di daerah ini,” ujarnya.
Pemkab memperkirakan penanganan 1.136 anak itu membutuhkan anggaran sekitar Rp1,5 miliar selama tiga bulan. Algafry mengajak semua pihak berkolaborasi agar target penurunan stunting tercapai.
Ketua TP PKK Bangka Tengah Eva Pidia Algafry menambahkan prevalensi stunting di daerah itu kembali naik pada 2024 yang tercatat sebesar 21,2 persen, setelah sempat turun pada 2023.
“Tahun 2023 prevalensi stunting turun 3 persen, tetapi pada 2024 naik lagi 3 persen. Angka kemiskinan sangat berpengaruh terhadap kondisi ini,” katanya.
Eva menyoroti rendahnya partisipasi masyarakat ke posyandu sebagai salah satu kendala utama. Sejak 2021, ia telah mengunjungi 87 dari 140 posyandu di Bangka Tengah.
“Capaian imunisasi belum sesuai harapan. Dari 100 bayi dan balita sasaran, hanya 30 yang hadir di posyandu. Ini berdampak pada pemantauan pertumbuhan anak dan risiko stunting,” kata Eva.
Pewarta: AhmadiUploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026