Pangkalpinang (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat Babel pada Juli 2025 mengalami inflasi year on year (y-on-y) atau tahunan sebesar 2,05 persen, atau indeks harga konsumen (IHK) naik menjadi 105,66 dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya 103,54.
"Secara month to month (m-to-m), Kepulauan Babel mengalami inflasi 0,65 persen," kata Kepala BPS Kepulauan Babel Toto Haryanto Silitonga di Pangkalpinang, Jumat.
Ia mengatakan inflasi y-on-y Provinsi Kepulauan Bangka Belitung karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh peningkatan indeks kelompok pengeluaran kelompok makanan, minuman dan tembakau 4,56 persen, pakaian dan alas kaki 0,83 persen.
Kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga naik 0,38 persen, perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,12 persen, kesehatan 1,81 persen, transportasi 1,37 persen, rekreasi, olahraga dan budaya 1,59 persen, penyediaan makanan dan minuman/restoran 0,90 persen dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya naik 5,14 persen.
Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks atau mengalami deflasi yaitu kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,37 persen dan kelompok pendidikan sebesar 9,58 persen.
"Komoditas yang dominan memberikan sumbangan terhadap inflasi y-on-y, antara lain emas perhiasan, bawang merah, daging ayam ras, beras, minyak goreng, ikan kerisi, cumi-cumi, ikan selar," katanya.
Selain itu, komoditas yang memberikan andil inflasi yaitu sigaret kretek mesin (SKM), ikan bulat, sepeda motor, kopi bubuk, ikan tongkol, akademi/perguruan tinggi, ikan ekor kuning, mi kering instan, mobil, sigaret kretek tangan (SKT), kacang panjang dan ikan kembung.
"Komoditas yang dominan memberikan sumbangan deflasi y-on-y, antara lain sekolah menengah atas, bayam, cabai merah, wortel, bawang putih, kentang, bensin, telepon seluler, susu bubuk untuk balita, popok bayi sekali pakai/diapers, tempe, detergen cair, shampo, kol putih/kubis, sabun cair/cuci piring, sabun detergen bubuk, telur ayam ras, tahu mentah, kerudung dan ayam hidup," katanya.
Pewarta: AprionisEditor : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026