Pangkalpinang (ANTARA) - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) memfokuskan delapan program strategis, guna meningkatkan pembangunan keluarga Indonesia yang lebih sejahtera.
"Program strategis ini bukan hanya menjadi target administratif, tetapi benar-benar memberikan perubahan dan manfaat nyata bagi masyarakat," kata Inspektur Utama Kemendukbangga A Damenta saat menghadiri Rakorda Bangga Kencana 2025 Kepulauan Babel di Pangkalpinang, Rabu.
Ia menyatakan memperhatikan arah kebijakan dalam RPJMN 2025 hingga 2029, terkait tugas fungsi Kemendukbangga/BKKBN mengemban amanah besar dan strategis yaitu mewujudkan pembangunan berwawasan kependudukan.
Pengelolaan bonus demografi dengan mendorong partisipasi produktif pemuda dan perempuan agar tidak terjadi pengangguran muda. Penguatan ketahanan dan kesejahteraan keluarga dalam aspek kesehatan, pendidikan dan ekonomi.
Selanjutnya program strategis pengendalian laju pertumbuhan pendudukan dalam hal ini penurunan angka kelahiran remaja (ASFR) 15 hingga 19 tahun penurunan unmet need. Peningkatan kualitas pelayanan KB dan kesehatan reproduksi.
Selain itu, penurunan stunting dan kemiskinan ekstrem dengan mengedepankan pendekatan kolaboratif lintas sektor berbasis keluarga dan wilayah. Percepatan transisi demografi dengan mengantisipasi penuaan penduduk atau aging population serta mendorong keluarga kecil, bahagia, sejahtera dan terakhir memperkuat tata kelola data dan digitalisasi layanan.
"Saya mengajak semua untuk menjadikan forum ini sebagai ajang konsolidasi komitmen, menyatukan langkah dan semangat untuk memastikan program-program strategis ini," katanya.
Ia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak di lingkungan pemerintah provinsi, kabupaten dan kota se-Kepulauan Babel yang telah berkontribusi mendukung program strategis pembangunan kesejahteraan keluarga ini.
"Mari terus bersinergi, bergerak cepat dan bekerja tuntas demi pembangunan keluarga Indonesia yang lebih sejahtera," katanya.
