Pangkalpinang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengintensifkan penerimaan pendapatan asli daerah (PAD), guna merenovasi infrastruktur pendidikan dan kesehatan di daerah itu.
"Kita harus bekerja ekstra keras untuk menghadapi tantangan anggaran dalam merenovasi bangunan sekolah dan puskesmas ini," kata Penjabat Sekda Bangka Thony Marza di Pangkalpinang, Jumat.
Ia mengatakan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia telah menyampaikan sinyal yang kuat, bahwa dana transfer 2026 untuk daerah yang awalnya Rp900 triliun berkurang menjadi sekitar Rp650 triliun dan dialokasikan anggaran tersebut akan difokuskan ke daerah terdepan, terluar dan terpencil di Indonesia.
"Penurunan dana transfer pemerintah pusat ini tentunya berimbas ke seluruh provinsi, kabupaten, kota di Indonesia termasuk Bangka," katanya.
Ia menyatakan selama ini Pemkab Bangka dalam membangun dan merenovasi infrastruktur pendidikan, kesehatan dan layanan publik lainnya masih mengandalkan dana transfer dari pemerintah pusat, karena PAD daerah ini masih kurang memadai.
"PAD Bangka masih Rp215 miliar atau 20 persen dari APBD tahun ini Rp1,180 triliun dan ini kemungkinan akan berkurang pada 2026," katanya.
Ia berharap pelaksanaan pilkada ulang di Kabupaten Bangka tidak terulang lagi, karena anggaran Rp32 miliar untuk penyelenggaraan pemilihan calon bupati dan wakil bupati pada 27 Agustus tahun ini sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah daerah.
"Kalau seandainya tidak ada pilkada ulang tahun ini, anggaran Rp32 miliar bisa untuk merenovasi seluruh sekolah, puskesmas dan fasilitas layanan publik lainnya di daerah ini," katanya.
Pewarta: AprionisUploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026