Pangkalpinang (ANTARA) - Kapolda Kepulauan Bangka Belitung, Irjen Pol Hendro Pandowo, akan menyampaikan aspirasi pengemudi ojek online (ojol) kepada Kapolri sebagai bentuk kepedulian terhadap profesi yang dinilainya mulia dan penuh perjuangan.
Hal itu Kapolda sampaikan dalam doa bersama untuk almarhum Affan Kurniawan, salah satu driver ojol yang meninggal dunia terlindas mobil rantis, yang digelar di Tugu Titik Nol Kilometer di Pangkalpinang, Sabtu (30/8) malam.
"Profesi ojol adalah pekerjaan mulia. Dari penghasilan inilah mereka memberi nafkah untuk keluarga. Seperti saudara Affan, yang menanggung tujuh anggota keluarga melalui pekerjaan ojol," kata Hendro.
Dalam kesempatan itu, Kapolda mengenakan jaket ojol milik salah satu anggota yang juga bekerja sampingan sebagai pengemudi ojek online. Ia bahkan mencoba langsung pengalaman menjadi driver ojol dari Mapolda ke lokasi acara.
Baca juga: Mahasiswa dan polisi di Bangka Belitung gelar shalat ghaib untuk almarhum Affan Kurniawan
"Dari perjalanan itu saya merasakan sendiri bagaimana panas dan lelahnya menjadi pengemudi ojol. Ini membuat saya lebih empati karena pekerjaan ojol memang tidak mudah, tapi halal dan mulia," ujarnya.
Hendro juga menuturkan kerap berinteraksi dengan para driver ojol di jalan, bahkan mengenal beberapa yang berasal dari luar daerah, seperti Lampung, Palembang, hingga Jawa.
"Semoga almarhum Affan khusnul khotimah, segala amal ibadahnya diterima Allah SWT dan diampuni dosanya," ucap Kapolda.
Ia menambahkan, Polda Babel akan terus menjaga komunikasi baik dengan komunitas ojol dan mengimbau anggotanya agar tidak berlebihan dalam menyikapi aksi penyampaian aspirasi masyarakat.
