Koba, Babel (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Bangka Belitung menggelar gerakan pangan murah (GPM) di setiap desa, untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok sekaligus menekan inflasi daerah.
“GPM kami laksanakan secara masif di seluruh desa dengan menggandeng BI, agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat, khususnya di pedesaan,” kata Wakil Bupati Bangka Tengah Efrianda, saat meninjau kegiatan GPM di Desa Keretak Atas, Kecamatan Sungaiselan, Rabu.
Meski diguyur hujan, antusiasme warga, terutama kaum ibu dari Desa Keretak Atas dan sekitarnya, tetap tinggi untuk berbelanja kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau dibandingkan di pasaran.
Produk yang tersedia cukup beragam, mulai dari beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) lima kilogram seharga Rp59 ribu, telur ayam Rp1.600 per butir, minyakita premium satu liter Rp18 ribu, gula pasir Rp18 ribu per kilogram, beras SLYP 118 premium lima kilogram Rp75 ribu, hingga aneka sayuran segar dan cabai yang dijual Rp5 ribu per kantong.
“Selain kebutuhan pokok, produk UMKM lokal seperti kricu, kemplang, dan kue semprong juga turut meramaikan pasar murah ini,” ujarnya.
Efrianda menambahkan, sebelumnya kegiatan serupa telah dilaksanakan di Desa Namang dan akan terus digulirkan hingga menjangkau 63 desa se-Bangka Tengah.
Menurut dia, gerakan pangan murah ini merupakan wujud perhatian pemerintah dalam menyediakan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau serta membuka ruang bagi UMKM untuk memperluas pasar.
“Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Bank Indonesia, Bulog, para penyuluh pertanian yang menghadirkan sayur mayur, serta pelaku UMKM. Insyaallah, pada Jumat nanti ada perayaan Maulid Nabi dan pasar murah ini tentu sangat membantu masyarakat,” kata Efrianda.
Pewarta: AhmadiUploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026