Koba, Babel, (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) bersama PT Angkasa Pura II Cabang Depati Amir berkolaborasi menangani anak berisiko stunting melalui pemberian bantuan pangan bergizi.

"Angkasa Pura merupakan mitra strategis kami dalam membangun daerah di berbagai bidang, termasuk penanganan persoalan sosial seperti anak berisiko stunting," kata Wakil Bupati Bangka Tengah Efrianda di Koba, Sabtu.

Ia menyampaikan apresiasi atas program InJourney Airports Lawan Stunting yang digagas PT Angkasa Pura sebagai bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Data Dinas Kesehatan Bangka Tengah mencatat angka prevalensi stunting di daerah itu masih di atas 14 persen, sehingga membutuhkan intervensi dari berbagai pihak untuk mencapai target penurunan yang ditetapkan pemerintah pusat.

"Kita melibatkan seluruh pemangku kepentingan, baik sektor swasta, organisasi masyarakat maupun dunia usaha, guna mempercepat penurunan stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan anak," ujarnya

General Manajer PT Angkasa Pura II Cabang Depati Amir, Muhammad Syahril mengatakan pihaknya menyalurkan bantuan tambahan pangan bergizi kepada 84 anak berisiko stunting serta santunan bagi 28 anak yatim.

"Bantuan ini merupakan implementasi program InJourney Airports Cinta Anak Yatim dan Lawan Stunting," ujarnya.

Menurut Syahril, dukungan terhadap pembangunan daerah menjadi bagian dari visi perusahaan, termasuk melalui program TJSL.

"Masalah stunting adalah tanggung jawab bersama, tidak hanya pemerintah daerah, tetapi juga pihak swasta," katanya.



Pewarta: Ahmadi
Editor : Joko Susilo

COPYRIGHT © ANTARA 2026