Belitung (ANTARA) - Perum Bulog Cabang Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, berhasil menyerap sebanyak 3,9 ton Jagung Pipilan Kering (JPK)  hasil panen petani di daerah itu.

‎"Sejak Juli hingga September Perum Bulog Cabang Belitung telah menyerap sebanyak 3,9 ton jagung pipilan kering hasil panen petani," kata Pimpinan Perum Bulog Cabang Belitung, Syahrianza Rahman di Tanjungpandan, Minggu.

Menurut dia, Jagung Pipilan Kering (JPK) yang diserap tersebut merupakan hasil panen para petani jagung di wilayah Kabupaten Belitung Timur.

‎"Untuk jagungnya merupakan hasil panen petani di wilayah Belitung dan Belitung Timur," ujarnya.

Ia menambahkan, upaya Perum Bulog Cabang Belitung menyerap jagung pipilan kering hasil panen petani di daerah itu merupakan bagian dari program Bulog pusat.

Disampaikan, Perum Bulog mendapatkan instruksi dari Presiden Prabowo Subianto untuk menyerap 1 juta ton jagung petani hingga akhir 2025.

Hal ini bertujuan guna mendukung swasembada dan ketahanan pangan nasional.

‎"Program ini ditindaklanjuti oleh masing-masing Perum Bulog di daerah untuk menyerap hasil panen jagung petani seperti yang kami lakukan saat ini Perum Bulog Cabang Belitung berhasil menyerap 3,9 ton jagung pipilan kering hasil petani," katanya.

Syahrianza menjelaskan, harga jagung pipilan kering petani tersebut dibeli sebesar Rp6.400 per kilogram dengan ketentuan kadar air 14 persen dan aflatoksin maksimal 50 ppb.

‎"Kami juga memiliki standar dalam menyerap jagung petani sehingga jagung yang kami serap memiliki kualitas yang bagus sesuai standar serta harga yang juga menguntungkan petani," ujarnya.

Ia berharap penyerapan hasil panen jagung pipilan kering tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan para petani jagung di daerah itu.

‎"Kami akan terus melakukan penyerapan terhadap jagung hasil panen petani sampai akhir tahun nanti," katanya.



Pewarta: Apriliansyah
Editor : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026