Pangkalpinang (ANTARA) - BMKG Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengimbau masyarakat penambang bijih timah untuk mewaspadai bencana tanah longsor selama musim hujan yang cukup ekstrem di daerah itu.
"Selama musim hujan ini potensi tanah longsor di kawasan penambangan timah ini cukup tinggi," kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Pangkalpinang Slamet Supriyadi di Pangkalpinang, Rabu.
Dalam memasuki musim hujan tahun ini, kata dia, potensi tanah longsor di area penambangan bijih tradisional cukup tinggi dan dapat menimbulkan korban jiwa, karena tingkat keselamatan di tambang-tambang rakyat tersebut yang relatif rendah.
"Kami mengingatkan agar masyarakat yang beraktivitas di daerah tambang memperhatikan faktor keselamatan, apabila terjadi hujan lebat diharapkan untuk menghentikan aktivitas penambangan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat pesisir dan nelayan untuk selalu memantau perkembangan cuaca melalui laman resmi bmkg.go.id, aplikasi Info BMKG, maupun akun media sosial BMKG Pangkalpinang.
“Kami berharap nelayan maupun angkutan kapal laut untuk rutin memeriksa informasi kondisi cuaca dan ketinggian gelombang di laut, guna mengantisipasi kecelakaan kapal di laut," katanya.
Menurut dia, nelayan dan pelaku usaha transportasi laut tidak memaksakan melaut jika kondisi cuaca buruk seperti gelombang tinggi disertai angin kencang.
"Memasuki musim hujan ini, kondisi cuaca bisa berubah setiap saat dan ini harus diwaspadai untuk mencegah kecelakaan yang membahayakan keselamatan jiwa," katanya.
