Sungailiat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menggandeng kantor Kementerian Agama (Kemenag) di daerah itu untuk memberikan edukasi ke calon pengantin tentang kesehatan ibu.
"Pemahaman kesehatan bagi ibu melalui calon pengantin penting dilakukan guna mencegah kematian pada bayi," kata Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Bangka Thony Marza di Sungailiat, Kamis.
Ia mengatakan pihak Kemenag melalui petugas penyuluh yang tersebar di sejumlah wilayah kerja dapat memberikan edukasi mengenai menjaga dan meningkatkan kesehatan calon ibu.
"Calon pengantin perlu mendapatkan pemahaman tentang hal ini, supaya setelah terbangun keluarga dapat memperhatikan kesehatan," jelas Thony Marza.
Dia mengatakan kesehatan calon ibu tidak hanya memberikan dampak bagi yang bersangkutan, namun juga bagi kesehatan bayi yang akan dilahirkan.
"Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Tahun 2025 tentang penyelenggaraan upaya kesehatan reproduksi, menyebutkan setiap calon pengantin baik perempuan dan laki laki harus melaksanakan deteksi dini penyakit atau skrining kesehatan melalui pemeriksaan di puskesmas atau pelayanan kesehatan lainnya," kata Thony Marza.
Menurut dia, penanganan untuk calon pengantin ini memang sangat penting dan ini membutuhkan pembinaan dan promosi dari semua pihak, termasuk tokoh agama, puskesmas, dan pihak terkait lain.
"Calon pengantin perlu dikenalkan pelayan kesehatan tentang skrining sebelum perkawinan, sehingga meningkatkan kesadaran pasangan tentang pentingnya skrining kesehatan sebelum menikah," ucap Thony Marza.
Berdasarkan data hasil evaluasi sampai Oktober 2025, kata dia, jumlah kematian bayi yang baru lahir hingga usia 28 hari (Neonatus) di Kabupaten Bangka sebanyak 28 kasus.
"Dengan memperkuat peran kerja sama dengan Kemenag dan organisasi keagamaan yang lain, saya optimis angka kematian bayi dapat ditekan," ujar Sekda Bangka Thony Marza.
