Pangkalpinang (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyatakan Kepulauan Babel pada November 2025 mengalami inflasi year on year (y-on-y) atau tahunan sebesar 2,87 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 103,58 menjadi 106,55.
"Secara month to month (m-to-m) Kepulauan Babel mengalami inflasi 0,36 persen karena adanya kenaikan harga emas yang cukup tinggi," kata Kepala BPS Provinsi Kepulauan Babel Toto Haryanto Silitonga di Pangkalpinang, Senin.
Ia mengatakan inflasi y-on-y Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh peningkatan indeks beberapa kelompok
pengeluaran, yaitu makanan, minuman dan tembakau 7,30 persen, pakaian dan alas kaki 0,15 persen.
Kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga naik 0,31 persen, perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,08 persen, kesehatan 0,78 persen, transportasi 0,56 persen.
Selain itu kelompok rekreasi, olahraga dan budaya naik 0,54 persen, penyediaan makanan dan minuman/restoran 0,92 persen, dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya naik 6,93 persen.
Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks atau deflasi yaitu informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,29 persen dan kelompok pendidikan sebesar 12,85 persen.
Ia menyatakan komoditas yang dominan memberikan sumbangan terhadap inflasi y-on-y, antara lain emas perhiasan, cabai merah, cumi-cumi, beras, ikan selar, daging ayam ras, udang basah, ikan bulat, wortel, bawang merah.
Selain itu sigaret kretek mesin (SKM), ikan tenggiri, sawihijau, bayam, ikan tongkol, sigaret kretek tangan (SKT), jeruk, sepeda motor, mobil, dan ikan ekor kuning.
"Komoditas yang dominan memberikan andil terhadap deflasi yaitu sekolah menengah atas, angkutan udara, bawang putih, sekolah dasar, sampo, telepon seluler, popok bayi sekali pakai, tomat, tempe, detergen cair, sabun detergen bubuk, sabun cai, air kemasan, jilbab, sabun mandi cair, pengharum cucian/pelembut, krim wajah, dan celana panjang katun pria," katanya.
