Pangkalpinang (ANTARA) - Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah V Jambi menemukan Pohon Kampar di Kota Kapur, Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dalam sejarah menjadikan daerah ini sebagai penghasil kapur barus dunia.
"Kami berharap pemerintah daerah untuk melestarikan pohon kampar yang getahnya untuk bahan baku kapur barus," kata Kepala BPK Wilayah V Jambi Agus Widiatmoko di Pangkalpinang, Senin.
Ia mengatakan Tim Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah V Jambi menemukan satu batang pohon kampar di Kota Kapur Kabupaten Bangka dan penemuan ini sebagai bukti, bahwa sejarah Kota Kapur sebagai penghasil kapur barus dunia.
"Penemuan pohon ini mengingatkan kita semua bahwa daerah ini dalam sejarahnya penghasil kapur barus yang diperdagangkan ke seluruh penjuru dunia," ujarnya.
Ia menyatakan dalam sejarahnya, masyarakat menyadap getah pohon kampar ini untuk diolah menjadi kapur barus dan dipasarkan ke seluruh penjuru dunia untuk mengawetkan mumi maupun untuk memandikan jenazah.
"Kami hanya menemukan satu batang pohon saja dan ini perlu dilestarikan agar tidak mengalami kepunahan," katanya.
Menurut dia nama Kota Kapur Kabupaten Bangka sendiri berasal dari kapur barus ini dan di dalam sejarahnya Kota Kapur sudah terkenal di seluruh penjuru dunia.
"Kalau dulu Pulau Bangka ini terkenal dengan kapur barus dan sekarang ini sama halnya dengan lada putih "mutok white pepper" atau timah Bangka Belitung," katanya.
