Pangkalpinang (ANTARA) - Perbankan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung hingga minggu pertama Desember 2025 telah mengucurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp1,4 triliun kepada 36.107 pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM), sehingga dapat mendorong perekonomian masyarakat di daerah itu.
"Saat ini serapan KUR sudah mencapai 83 persen dari target tahun ini Rp1,7 triliun," kata Kepala Bidang Pengembangan UMKM Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepulauan Babel Muslim El Hakim di Pangkalpinang, Rabu.
Ia menyatakan dalam mencapai target penyerapan KUR tahun ini, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepulauan Babel menggencarkan kegiatan "Go KUR to Desa" di tujuh kabupaten dan kota, guna mendorong pelaku usaha untuk memanfaatkan KUR dalam mengembangkan usahanya.
"Kami kemarin melakukan "Go KUR to Desa" di kelurahan Kota Pangkalpinang untuk menyosialisasikan bagaimana mengakses KUR ini," katanya.
Selain itu, pihaknya juga mengoptimalkan Program Mahasiswa Pendamping KUR untuk mendorong pelaku UMKM mengakses KUR di lingkungan atau tempat tinggal mahasiswa tersebut.
"Kami optimistis target penyaluran KUR tahun ini tercapai, sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah ini," katanya.
Menurut dia, jika dilihat jumlah debitur KUR hingga minggu pertama Desember tahun ini sebanyak 36.107 pelaku usaha meningkat dibandingkan tahun sebelumnya dengan jumlah akad KUR Rp1,2 triliun dengan jumlah debitur 25 ribu pelaku usaha.
"Alhamdulillah, serapan KUR dan debitur tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya dan ini akan terus ditingkatkan lagi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di daerah ini," katanya.
