Sungailiat (ANTARA) - Kantor SAR Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menurunkan kapal cepat rigid buoyancy boat (RBB) untuk membantu evakuasi seorang nelayan asal Sungailiat atas nama Maskub Harianto (42) yang sakit mendadak di tengah laut di perairan Pantai Matras.
"Kami sengaja menurunkan kapal cepat rigid buoyancy boat (RBB) guna mempercepat proses evakuasi nelayan yang sakit di laut," kata Kepala Kantor SAR Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika dalam keterangan, Selasa.
Ia mengakui proses evakuasi nelayan itu cukup dramatis karena tim di lapangan menghadapi cuaca buruk dengan gelombang air laut yang tinggi.
Baca juga: Cuaca buruk, SAR gabungan berhasil evakuasi nelayan sakit di perairan Matras Bangka
Peristiwa bermula saat korban yang merupakan warga Parit Pekir, Sungailiat, berangkat memancing dari Pelabuhan Jelitik pada 27 Desember 2025 menggunakan KM Doa Ibu.
"Korban menuju area daerah penangkapan di Karang Joni untuk mencari ikan, namun, pada Selasa pagi pukul 08.20 WIB, korban menghubungi istrinya melalui telepon seluler karena sakit," jelasnya.
Ia mengabarkan bahwa kondisinya sedang sakit dan mesin kapalnya tidak dapat dihidupkan saat berada di depan perairan Matras. Mendapati laporan tersebut, pihak keluarga segera menghubungi Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Pangkalpinang untuk meminta bantuan.
"Atas dasar laporan itu, kami memberangkatkan satu tim rescue menggunakan kapal cepat rigid buoyancy boat menuju koordinat 1°42'58.40"S 106°14'28.21"E," kata dia.
Upaya pencarian memakan waktu sekitar empat jam. Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Rescuer Kansar Pangkalpinang, ABK KN SAR Karna, Tim Medis Balai Kekarantinaan Kesehatan, Satpolair Polres Bangka, SAR Brimob, BPBD Kabupaten Bangka, serta pihak keluarga, harus berhadapan dengan kondisi cuaca yang tidak bersahabat.
Baca juga: Tim gabungan evakuasi seorang nelayan Sungailiat di laut kerena sakit
"Kondisi cuaca buruk disertai gelombang besar menjadi tantangan utama tim di lapangan untuk menemukan posisi pasti kapal korban," ujarnya.
Sekitar pukul 12.00 WIB, kata dia, kapal korban akhirnya ditemukan dalam kondisi lego jangkar di perairan Matras. Korban yang ditemukan dalam keadaan lemas langsung dievakuasi ke atas RBB Basarnas untuk mendapatkan penanganan medis awal.
Berdasarkan pemeriksaan fisik oleh Tim Medis Balai Kekarantinaan Kesehatan, korban diketahui mengalami sesak napas akibat mabuk laut yang menyebabkan sistem imun yang menurun drastis. Tim medis telah memberikan bantuan oksigen untuk menstabilkan pernapasan korban.
Setelah kondisi dipastikan stabil, korban dibawa menuju Pelabuhan Muara Jelitik menggunakan RBB Basarnas untuk diserahkan kembali kepada keluarga. Sementara itu, pihak keluarga korban membantu memperbaiki mesin kapal agar bisa dibawa kembali ke daratan.
Mikel mengapresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi ini.
"Terima kasih kepada seluruh unsur SAR Gabungan yang telah bersinergi dalam evakuasi ini. Kami terus mengimbau masyarakat yang membutuhkan bantuan darurat agar segera menghubungi call center 115," ujar Mikel.
