"Kami mengharapkan penanaman padi dilakukan minimal dua kali penanaman dalam setahun untuk mengoptimalkan pemanfaatan dan pengelolaan lahan sawah,"
Pangkalpinang (Antara Babel) - Pemerintah Provinsi Bangka Belitung (Babel), mengoptimalkan pengelolaan lahan padi sawah seluas 10.500 hektare untuk meningkatkan produksi padi di daerah itu.

"Kami mengharapkan penanaman padi dilakukan minimal dua kali penanaman dalam setahun untuk mengoptimalkan pemanfaatan dan pengelolaan lahan sawah," kata Kepala Distanbunnak Babel, Sunardi di Pangkalpinang, Senin.

Ia menjelaskan, selama ini, pengelolaan lahan padi sawah masih kurang, karena masih rendahnya pengetahuan dan kesadaran petani.

"Pada penanaman padi Juni 2013, lahan padi sawah yang ditanami hanya 500 hektare tersebar di Kabupaten Belitung dan Bangka Selatan, sehingga produksi padi lokal masih rendah dan belum mampu memenuhi konsumsi warga di kabupaten tersebut," ujarnya.

Ia mengatakan, produksi padi di Bangka Belitung 2012 mencapai 22.975 ton gabah kering giling (GKG) atau naik 51,05 persen dibanding produksi padi tahun sebelumnya 15.210 ton GKG.

Sementara itu, angka prognosa 2013, produksi sebesar 32.762 ton GKG atau naik sebesar 9.787 ton (42,60 persen) dibandingkan dengan produksi 2012.

"Jika penanaman padi dilakukan dua kali dalam setahun secara optimal, tentu produksi padi petani akan meningkat tajam, sehingga akan mengurangi ketergantungan beras dari luar daerah," ujarnya.

Menurut dia, selama ini, petani untuk mengelola atau menanam padi dua kali dalam setahun ini terkendala ketersediaan air sawah pada musim kemarau karena masih kurang optimalnya pengairan irigasi di daerah itu.

"Memang, sebagian besar pengairan sawah di Babel masih tadah hujan, sehingga mereka takut gagal panen jika dipaksakan menanam padi," ujarnya.

Untuk itu, kata dia, pihaknya akan menyalurkan mesin pompa air kepada kelompok petani agar petani tidak lagi kesulitan air untuk tanaman padi mereka.

"Sebagian mesin pompa air sudah disalurkan kepada petani dan diharapkan pengelolaan lahan sawah petani lebih optimal," ujarnya.


Pewarta: Pewarta :Aprionis
Uploader : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026