Bangka Barat, Babel (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memfasilitasi acara adat Sedekah Ruwah Dodol Bergema yang dilaksanakan warga Desa Penyampak sebagai salah satu upaya pelestarian dan pengembangan budaya lokal.
"Sedekah Ruwah ini rutin dilaksanakan. Ini salah satu adat budaya dan tradisi tahunan yang ada di Desa Penyampak, Kecamatan Tempilang. Kegiatan ini dilakukan pada bulan Syaban setiap tahunnya sebagai awal permulaan masyarakat Desa Penyampak dalam menyambut Bulan Suci Ramadhan," kata Wakil Bupati Bangka Barat Yus Derahman di Penyampak, Bangka Barat, Selasa.
Dia mengapresiasi masyarakat Desa Penyampak yang selama ini telah berhasil secara rutin menggelar kegiatan turun temurun tersebut dan diharapkan bisa terus menjaga untuk diwariskan ke generasi selanjutnya.
Pemkab telah menetapkan Sedekah Ruwah Dodol Bergema Desa Penyampak sebagai salah satu adat istiadat yang sudah dimasukkan dalam Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah Kabupaten Bangka Barat tahun 2025-2030.
"Ini sebagai bentuk keseriusan pemerintah mendukung dan memfasilitasi kegiatan Dodol Bergema ini," ujarnya.
Dengan adanya tradisi tersebut diyakini akan mampu meningkatkan potensi daerah yang tidak hanya pada bidang kebudayaan saja, namun juga dapat dikembangkan untuk meningkatkan pariwisata dan industri kreatif lainnya.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Barat Fachriansyah mengatakan Sedekah Ruwah Dodol Bergema merupakan kegiatan tahunan yang masuk sebagai salah satu dari 38 kegiatan adat dan budaya yang difasilitasi pemerintah yang dilaksanakan tahun ini.
"Tahun ini rangkaian kegiatan juga diisi dengan melibatkan para pelaku UMKM yang menggelar pameran dan ada juga hiburan rakyat. Rangkaian kegiatan Sedekah Ruwah berlangsung 20 Januari sampai 1 Februari 2026," katanya.
Dengan adanya acara ini diharapkan bisa meningkatkan potensi daerah baik dari sisi budaya, wisata maupun ekonomi masyarakat Desa Penyampak dan sekitar.
Kepala Desa Penyampak Doni menjelaskan pesta adat yang diikuti seluruh warga desa dengan bersama-sama membuat dodol ini merupakan bentuk kebersamaan dan gotong royong yang dilakukan masyarakat setempat.
Pesta adat membuat dodol yang dimasak secara tradisional menggunakan tungku berbahan bakar kayu dilaksanakan massal ini digelar setiap tahun menjelang Ramadhan oleh warga Muslim Desa Penyampak sebagai wujud syukur dan ajang silaturahmi.
"Ini juga sebagai simbol bentuk syukur warga kepada Allah yang telah memberikan hasil panen dan rezeki yang melimpah selama satu tahun ini," katanya.
Ia berharap melalui kegiatan ini kebersamaan dan kepedulian seluruh warga yang telah berpartisipasi bisa menjadi modal berharga untuk memberikan sumbangsih dalam membangun daerah.
Bangka Barat lestarikan adat Sedekah Ruwah Dodol Bergema
Selasa, 27 Januari 2026 20:27 WIB
