Jakarta (ANTARA) - PT Pertamina Patra Niaga menyiapkan program peremajaan armada dengan target 20 unit kapal pada periode 2026–2028 guna mendukung ketahanan energi nasional.

Direktur Armada Logistik PT Pertamina Patra Niaga Arif Yunianto menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya menjaga keandalan distribusi energi sekaligus memperkuat industri maritim dalam negeri.

“Kita harus meremajakan kapal-kapal yang sudah berumur dan berjasa agar keandalan untuk distribusi energi dalam negeri tetap berjalan,” katanya dalam Diskusi Strategis Industri Maritim di Jakarta, Kamis.

Arif menjelaskan program peremajaan tersebut dapat dilaksanakan melalui berbagai skema, mulai dari pembangunan baru, long-term time charter, hingga pembelian kapal second-hand.

Ia menambahkan Pertamina juga siap menjalankan arahan pemerintah yang mewajibkan BUMN pelayaran untuk membeli dan merawat kapalnya melalui PT PAL Indonesia sebagai agregator dan integrator.

Dengan begitu, proyek peremajaan dapat melibatkan lebih banyak galangan kapal lokal yang siap berkolaborasi.

Menurut dia, keterlibatan galangan kapal dalam negeri akan menjadi momentum untuk membangun kemandirian industri maritim nasional sekaligus mendukung ketahanan energi.

Arif lebih lanjut menyampaikan Pertamina memiliki rekam jejak panjang dalam pembangunan kapal di galangan dalam negeri.

Dalam 10 tahun terakhir, sebanyak 37 kapal milik grup Pertamina International Shipping (PIS) telah dibangun di Indonesia, mulai dari ukuran BL hingga MR.

"Ini bukti bahwa anak negeri sanggup membangun kapal ... Sembilan unit tanker GT buatan dalam negeri hingga kini masih beroperasi dan beberapa melayani kargo impor, bahkan diterima di terminal Singapura dan Malaysia yang memiliki standar inspeksi dan kontrol sangat ketat,” katanya.



Pewarta: Shofi Ayudiana
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026