Pangkalpinang (ANTARA) - Pemerintah Kota Pangkalpinang bersama DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung membahas rencana pengembangan Pelabuhan Pangkalbalam sebagai bagian dari upaya mendorong pengembangan kawasan timur kota itu dan memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.

Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin, mengatakan pengembangan Pelabuhan Pangkalbalam merupakan bagian dari rencana strategis pemerintah kota yang telah tertuang dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) serta selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

“Pengembangan kawasan timur Pangkalpinang tidak hanya mencakup pelabuhan, tetapi juga kawasan industri. Ini sudah terintegrasi dengan rencana kawasan industri Ketapang,” kata Saparudin di Pangkalpinang, Selasa.

Ia menambahkan Pemkot Pangkalpinang juga telah mengusulkan pembangunan akses jalan menuju kawasan industri dan pelabuhan guna mendukung konektivitas dan kelancaran distribusi logistik.

Saparudin menjelaskan, terkait status lahan pelabuhan, sebelumnya sempat terjadi kendala karena pihak ketiga tidak menunjukkan progres pembangunan. Namun setelah dilakukan evaluasi dan penyelesaian kewajiban kepada pemerintah kota pada 2023, perusahaan terkait kembali melanjutkan rencana pembangunan terminal khusus (TUKS).

“Dokumen rencana pembangunan sudah dipresentasikan kepada pemerintah kota. Saat ini tinggal penyempurnaan teknis agar sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Sementara itu, anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Imam Wahyudi, menyampaikan bahwa pengembangan Pelabuhan Pangkalbalam memerlukan koordinasi lintas pemerintahan karena lokasinya berada di wilayah Kota Pangkalpinang namun memiliki peran strategis bagi provinsi.

“Pengembangan pelabuhan ini membutuhkan sinergi antara pemerintah kota, pemerintah provinsi, dan DPRD agar perencanaannya berjalan optimal,” kata Imam.

Ia juga menyebutkan, Komisi III DPRD Babel siap mendorong pembahasan lanjutan, termasuk membuka peluang membawa isu pengembangan pelabuhan tersebut ke tingkat pusat melalui Komisi V DPR RI.

Ketua Komisi III DPRD Babel, Taufik Rizani, menambahkan bahwa Pelabuhan Pangkalbalam memiliki peran penting sebagai pintu gerbang perekonomian daerah sehingga diperlukan solusi komprehensif dalam proses pengembangannya.

“Pelabuhan merupakan pintu gerbang ekonomi. Jika pelabuhan berkembang, maka pergerakan ekonomi daerah juga akan meningkat,” ujarnya.

Pertemuan tersebut diharapkan menjadi awal penguatan koordinasi lintas sektor antara Pemkot Pangkalpinang, DPRD Babel, dan pemerintah provinsi guna mempercepat pengembangan Pelabuhan Pangkalbalam sebagai penopang pertumbuhan ekonomi regional.



Pewarta: Try M Hardi
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026