Pangkalpinang (ANTARA) - Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Bangka Belitung (Babel) mendirikan enam posko untuk memastikan kesiapan infrastruktur jalan dan jembatan dalam menyambut arus mudik dan balik Hari raya Idulfitri 1447 Hijriah aman dan lancar.

"Kita siapkan 6 posko lebaran di lokasi strategis untuk memastikan kelancaran dan keselamatan masyarakat selama perjalanan masyarakat mudiknya di periode hari besar lebaran nanti," kata Kepala BPJN Babel, Susan Novelia di Pangkalpinang, Rabu.

Ia memastikan pihaknya menyiapkan enam posko di berbagai titik strategis untuk memantau kondisi jalan selama periode liburan hari besar sekaligus memberi ruang bagi para pengguna jalan agar dapat beristirahat di posko untuk melepas lelah sembari menikmati makanan ringan yang ada di setiap posko.

Enam posko tersebut ada di Desa Namang Kabupaten Bangka tengah, Tanjung Kalian-Ibul Bangka Barat, Sungailiat - batas kota Pangkalpinang, Perawat Badau dan Tanjung Gudang - Lumut.

Setiap posko ada tempat ibadah, tempat istirahat, kamar mandi, air minum, makanan ringan dan perlengkapan medis serta lahan parkir yang cukup luas.

"Posko juga menjadi pusat informasi dan penanganan cepat jika terjadi masalah di jalan raya pada saat lebaran nanti," ujar Susan.

Selain menyiapkan enam posko, BPJN Babel juga telah merumuskan sejumlah langkah antisipasi bencana yang komprehensif, salah satunya mengoptimalkan pemeliharaan rutin seperti pembersihan drainase dan pengendalian tanaman di sekitar ruang milik jalan nasional. 

"Pemeliharaan rutin ini untuk mencegah genangan air dan memastikan visibilitas pengemudi tetap terjaga," ujarnya.

Susan menambahkan, BPJN Babel juga melakukan penanganan darurat sementara dengan pemasangan sandbag serta penanganan permanen menggunakan bronjong dan dinding penahan tanah untuk mengurangi risiko kerusakan jalan akibat bencana alam seperti banjir atau longsor.

"Kita juga memasang rambu peringatan untuk jalan yang sedang dalam konstruksi dan membatasi tonase kendaraan di titik-titik tertentu untuk mencegah kerusakan jalan lebih lanjut dan menjaga keselamatan pengguna jalan," terang Susan.

BPJN Babel juga mengoptimalkan penggunaan aplikasi SITABA untuk pelaporan kebencanaan secara real-time, sehingga penanganan dapat dilakukan dengan lebih cepat dan tepat.

Tidak hanya itu, BPJN Babel juga berkoordinasi aktif dengan pihak terkait, pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Kepolisian agar dapat memperkuat sistem penanganan bencana dan memastikan respons yang terintegrasi.

"Untuk kesiapan sumber daya, kita juga menyiapkan alat berat (DRU), material bahan, pengawas lapangan, dan tim reaksi cepat yang telah disahkan," ujarnya.



Pewarta: Elza Elvia
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026