Koba, Babel (ANTARA) - Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKP) Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menilai kegiatan lapak baca yang diinisiasi Komunitas Pena Muda perlu direplikasi dan diintegrasikan dengan layanan perpustakaan desa.

“Kegiatan seperti lapak baca perlu diperluas dan disinergikan dengan layanan perpustakaan desa agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas dan berkelanjutan,” kata Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Bangka Tengah Yardiansyah di Koba, Senin.

Ia mengatakan, lapak baca yang digelar di tengah aktivitas Bazar Ramadhan menunjukkan bahwa layanan literasi dapat dihadirkan secara fleksibel dan kontekstual di ruang publik, tanpa harus selalu berlangsung secara formal di gedung perpustakaan.

Menurut dia, integrasi lapak baca dengan perpustakaan desa dapat menjadi strategi untuk mendekatkan akses bahan bacaan kepada masyarakat, khususnya anak-anak dan keluarga, sekaligus mengoptimalkan peran perpustakaan sebagai pusat aktivitas literasi di tingkat desa.

Pihaknya siap memperkuat sinergi dengan komunitas melalui dukungan koleksi bahan bacaan, fasilitasi kegiatan literasi dan penguatan jejaring relawan.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dalam menumbuhkan budaya literasi di lingkungan keluarga, sehingga kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat perlu terus diperkuat.

Kegiatan lapak baca yang digelar Komunitas Pena Muda tersebut menyediakan berbagai koleksi bacaan anak dan keluarga, serta ruang baca terbuka yang dapat diakses pengunjung Bazar Ramadhan.

Kegiatan itu mendapat respons positif dari masyarakat, terutama anak-anak yang memanfaatkan waktu menunggu berbuka puasa dengan membaca.

Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Bangka Tengah menilai model layanan literasi berbasis komunitas di ruang publik tersebut sejalan dengan upaya peningkatan minat baca masyarakat dan pemerataan akses literasi hingga ke tingkat desa dan kelurahan.

"Ke depan, kita mendorong agar kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin dengan melibatkan pemerintah desa, sekolah, serta komunitas literasi, sehingga program pengembangan budaya baca dapat berjalan lebih terstruktur dan berkesinambungan," kata Yardiansyah.



Pewarta: Ahmadi
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026