Jakarta (ANTARA) - Langkah strategis ini diwujudkan melalui penandatanganan kerja sama Uncommitted Facility Line bersama PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF dengan nilai mencapai Rp300 miliar.

Kerja sama ini ditargetkan dapat memperkuat struktur pendanaan sekaligus meningkatkan kapasitas bank dalam menyalurkan pembiayaan perumahan secara berkelanjutan.

Di tengah dinamika ekonomi global, kolaborasi ini diharapkan mampu memperkokoh stabilitas sektor keuangan serta memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak dan terjangkau.

Pelaksana Tugas (PPS) Direktur Utama Bank Sumsel Babel, Marzuki, menegaskan bahwa fasilitas likuiditas yang diperoleh akan dioptimalkan sejalan dengan penerapan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance).

“Sinergi ini tidak hanya memperkuat likuiditas Bank Sumsel Babel, tetapi juga menjadi katalis dalam mendorong pertumbuhan sektor perumahan yang memiliki dampak berganda terhadap perekonomian daerah,” ujar Marzuki, Jumat (27/3/2026).

Sebagai lembaga yang berada di bawah naungan Kementerian Keuangan RI, SMF memiliki mandat strategis dalam mendukung pengembangan pembiayaan perumahan nasional. Kolaborasi ini sekaligus mempertegas peran Bank Pembangunan Daerah (BPD) sebagai mitra utama pemerintah dalam memperluas jangkauan pembiayaan di wilayah masing-masing.

Bank Sumsel Babel optimistis kerja sama ini akan memberikan nilai tambah yang berkelanjutan, tidak hanya bagi internal perusahaan, tetapi juga bagi masyarakat luas.

Dengan adanya dukungan pendanaan ini, diharapkan akses masyarakat terhadap pembiayaan perumahan akan semakin mudah dan terjangkau. Sehingga, cita-cita untuk mewujudkan setiap keluarga di Indonesia, khususnya di wilayah Sumsel dan Babel, agar dapat memiliki hunian yang layak dan nyaman dapat segera terwujud.

Pewarta: Aditya Ramadhan
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026