Bangka Barat, Babel (ANTARA) - Puluhan remaja dan pemuda Gereja Katolik Santa Maria Pelindung Para Pelaut Mentok, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mementaskan kisah sengsara Yesus dalam rangkaian Pekan Suci 2026.

"Kita ingin memberikan kesempatan kepada anak-anak muda ini untuk mengembangkan kreativitas dan kepercayaan diri sebagai bekal menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang," kata Sutradara Pertunjukan Frater Alfonsus Angga di Mentok, Jumat.

Menurut dia, saat ini banyak anak muda dan remaja kurang aktif dalam berbagai kegiatan komunal karena ketergantungan gawai. Dengan adanya kegiatan bersama ini diharapkan bisa mengajak remaja aktif kembali.

"Melalui kegiatan ini kita ingin mengurangi kebiasaan itu, proses panjang saat latihan, persiapan pementasan, penataan artistik hingga pementasan merupakan sebuah kesempatan yang kita hadirkan dan ternyata mereka sanggup, terus berusaha, berani dan mampu tampil dengan baik," katanya.

Kisah Sengsara Yesus dalam tradisi Katolik merupakan puncak kisah penyelamatan manusia, kisah ini dimulai dari peristiwa perjamuan terakhir, pengkhianatan Yudas, penangkapan Yesus di Getsemani, pengadilan, penyaliban di Golgota, hingga Yesus wafat pada hari Jumat Agung.

Penderitaan fisik dan batin Yesus pada peristiwa ini merupakan bentuk wujud kasih Allah terbesar dalam janji penebusan dosa manusia.

Melalui pementasan kisah ini diharapkan umat bisa semakin menghayati dan memaknai perjalanan kisah sengsara Yesus dan makin mempertebal iman.

Gereja ingin mengajak umat mendalami dan merenungi kisah tragis penuh pengorbanan mulia Yesus Kristus sebagai pijakan dan tuntunan laku iman menuju keselamatan abadi.

Proses panjang persiapan hingga keberhasilan pementasan ini patut mendapatkan apresiasi seluruh pihak, karena melalui pementasan ini anak muda tidak sekadar mendapat ruang tampil di muka umum, tetapi juga lebih menghayati peran dan kisah yang dimainkan.



Pewarta: Donatus Dasapurna Putranta
Editor : Feny Aprianti

COPYRIGHT © ANTARA 2026