Bangka Barat, Babel (ANTARA) - Gereja Katolik Santa Maria Pelindung Para Pelaut Mentok, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengajak seluruh umat memaknai Jumat Agung sebagai penguat iman untuk berani berkorban dengan tulus di tengah kehidupan sehari-hari.
"Salib sebagai tanda pengikut iman Kristus adalah fondasi kehidupan dan kekuatan hidup kita untuk berani berkorban dalam setiap langkah menekuni perjalanan hidup iman kita," kata Pastor RD Raymond Raja Doren di Mentok, Jumat.
Menurut dia, salib bagi umat Kristiani sebagai bentuk penghinaan, penyiksaan, kesengsaraan, luka dan derai air mata kedukaan pribadi Yesus.
Yesus Kristus yang tidak bersalah harus menerima siksaan hingga mati di kayu salib, namun meskipun demikian Yesus tetap setia dan tulus menjalani sebagai bukti kesetiaan pada Allah.
"Dan kita sebagai umat terkasih sepatutnya meneladani kesetiaan, ketulusan dan kesungguhan cinta abadi seperti yang sudah dilakukan Yesus," katanya.
Jumat Agung sebagai momentum mengenang kembali kisah sengsara tersebut juga untuk menguatkan iman pribadi agar selalu tulus setia dengan salib dalam menekuni perjalanan hidup.
Ia mengajak umat menanyakan kembali kepada diri masing-masing apakah masih tetap setia dengan salib itu dalam menjalani kehidupan masing-masing.
"Selama ini kita bersumpah demi Allah di surga untuk selalu setia pada salib Yesus, namun pada saat menghadapi masalah, hati kita entah kemana? Pada saat seperti itu, seharusnya kita malu pada Tuhan karena sering tidak setia pada hukum dan perintah Allah," katanya.
Menurut dia, cinta tulus dan agung yang sudah diberikan Yesus yang rela mati di kayu salib merupakan jaminan hidup, salib seharusnya menjadi pegangan tertinggi iman pada Kristus.
"Di atas simbol palang suci penghinaan itu terdapat nilai kesetiaan, cinta kudus dan kemuliaan Kristus, kita harus banyak belajar pada para rasul, martir yang juga rela mati demi cintanya pada iman, pada Tuhan," katanya.
Melalui momentum Jumat Agung ini seluruh umat Kristiani diajak terus membuktikan pada diri sendiri, pada Tuhan, tentang cinta dan pengorbanan dalam kehidupan.
"Tunjukkan secara mulia dan hebat kalau kita sebagai pengikut Kristus tetap setia pada perintah dan aturan sampai mati, tetap setia pada salib iman. Melalui Jumat Agung ini semoga iman kita semakin tebal karena Yesus mencintai kita selamanya," katanya.
Peringatan Jumat Agung di Gereja Katolik Mentok hari ini diikuti sekitar 400 orang berlangsung lancar dan aman dengan pengamanan belasan personel Polres Bangka Barat dan Polsek Mentok.
Pewarta: Donatus Dasapurna PutrantaEditor : Feny Aprianti
COPYRIGHT © ANTARA 2026