Pangkalpinang (ANTARA) - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani mengapresiasi para dukun se-Pulau Belitung yang tergabung dalam Forum Kedukunan Adat Belitong (FKAB) melestarikan tradisi Maras Taun, guna memperkuat kebersamaan, gotong royong, dan spiritual masyarakat.

“Maras Taun ini memiliki nilai spiritual sebagai bentuk rasa syukur dan harapan masyarakat kepada Allah SWT," kata dia di Desa Lassar, Kabupaten Belitung, Senin.

Ia mengatakan tradisi Maras Taun tahun ini digelar di kediaman Dukun Ulim Desa Lassar, Kabupaten Belitung, sebagai simbol kuat kebersamaan, gotong royong, serta nilai-nilai spiritual dan sosial yang hidup di tengah masyarakat di daerah itu.

"Tradisi Maras Taun ini sebagai cerminan kearifan lokal dan harus terus kita lestarikan bersama,” ujarnya.

Ia menyampaikan dalam melestarikan kearifan lokal masyarakat ini, FKAB menjadi garda terdepan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Belitung dan Belitung Timur sehingga tercipta kehidupan yang rukun, aman, dan harmonis.

"Saya bangga dapat hadir dan beramah-tamah di tengah-tengah masyarakat terutama dengan para dukun kampung se-Pulau Belitung. Tugas kita bersama adalah menjaga desa, jangan sampai ada hal-hal yang tidak kita inginkan terjadi,” ujarnya.

Ia mengakui selama menjabat sebagai gubernur masih banyak kekurangan yang harus diselesaikan demi kemajuan daerah.

“Saya sebagai gubernur, jika ada salah mohon dimaafkan. Mari kita katakan Indonesia bersatu, Babel bersatu, dan semua dukun bersatu, untuk Babel aman dan sejahtera,” katanya.

Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan terus memberikan dukungan terhadap pelestarian nilai-nilai budaya dan tradisi daerah sebagai upaya memperkuat jati diri sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Saya mengajak masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan, kekompakan, memperkuat gotong royong, serta meningkatkan produktivitas di semua sektor," katanya.

Ketua FKAB Muktie Maharip menuturkan ritual Maras Taun merupakan tradisi turun-temurun yang harus terus dijaga sebagai bagian dari warisan budaya masyarakat.

“Ini acara rutin kami tiap tahun, syukuran atau selamat kampung. Kami meneruskan adat budaya zaman dulu dan akan terus kami pelihara untuk menjaga keharmonisan,” ujarnya.

Ia menjelaskan Forum Kedukunan Adat Belitung menjadi wadah pemersatu para dukun kampung untuk memastikan tradisi tersebut tidak hilang ditelan zaman.

“Keberadaan persatuan dukun Belitung ini untuk menjaga jangan sampai adat istiadat kita hilang. Kita menghargai dan menghormati mereka, walaupun mereka tidak ada,” katanya.



Pewarta: Aprionis
Uploader : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026