Koba, Babel, (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung membangun jembatan sementara di Sungai Lempuyang, Desa Jelutung, Kecamatan Namang, untuk memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan warga yang terkendala karena jembatan rusak akibat erosi tebing sungai.

“Jembatan Sungai Lempuyang ini sangat penting bagi masyarakat. Ketika sempat roboh, distribusi hasil pertanian dan perkebunan warga ikut terganggu,” ujar Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman di Koba, Senin.

Ia mengatakan perbaikan jembatan dilakukan melalui pembangunan bronjong untuk memperkuat struktur tebing sungai. Bronjong merupakan konstruksi anyaman kawat berisi batu yang berfungsi menahan erosi dan mencegah longsor.

Perbaikan Jembatan Sungai Lempuyang merupakan bagian dari kegiatan swakelola pemeliharaan berkala sungai oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Bangka Belitung Tahun Anggaran 2024.

Menurut dia, perbaikan jembatan diharapkan mampu memulihkan kelancaran distribusi hasil pertanian dan perkebunan warga, meski bersifat sementara dengan estimasi pemanfaatan sekitar tiga tahun.

“Dengan perbaikan ini, aktivitas ekonomi masyarakat bisa kembali berjalan lancar sambil kita siapkan pembangunan jembatan permanen ke depan,” katanya.

Pemerintah daerah terus memantau kondisi sungai guna mengantisipasi potensi pergeseran dan penggerusan tebing akibat arus air, sekaligus merencanakan pembangunan jembatan permanen.

"Masyarakat juga diharapkan turut menjaga dan merawat fasilitas tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan lebih lama, terutama dalam mendukung distribusi hasil perkebunan," ujarnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan (DPUTRP) Bangka Tengah Fani Hendra Saputra mengatakan penanganan di Sungai Lempuyang bermula dari laporan warga terkait penyempitan alur sungai akibat longsor.

Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui kajian tim sumber daya air (SDA) dan dikoordinasikan dengan BWS Bangka Belitung.

“Hasil kajian menunjukkan perlunya perlindungan tebing sungai menggunakan bronjong guna mencegah longsor lanjutan yang dapat mengganggu akses jembatan dan aktivitas ekonomi masyarakat,” kata Fani.



Pewarta: Ahmadi
Editor : Feny Aprianti

COPYRIGHT © ANTARA 2026