Pangkalpinang (ANTARA) - Rektor Universitas Bangka Belitung (UBB) Prof. Ibrahim menegaskan komitmen kampus dalam mewujudkan mimpi berdikari anak negeri melalui enam deklarasi strategis pada peringatan Dies Natalis ke-20 UBB yang digelar di Balai Utama De-Universitaria Kampus Terpadu UBB, Balunijuk, Kabupaten Bangka, Senin.

Mengusung tema “Dua Dekade Berdikari Membangun Negeri”, Ibrahim menyampaikan bahwa UBB lahir dari cita-cita para pendiri Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk memiliki perguruan tinggi negeri sendiri sebagai bentuk kemandirian dalam membangun daerah.

“Mimpi berdikari anak negeri ini adalah mimpi luhur, yang penuh tantangan dan bahkan sempat diragukan, namun kini telah terwujud dan mempertemukan kita semua di sini,” ujarnya.

Ia mengatakan, momentum 12 April 2006 sebagai hari berdirinya UBB dan peringatan tahunan dies natalis menjadi refleksi penting bagi seluruh civitas akademika dalam menilai perjalanan dan kemajuan kampus.

Menurut Ibrahim, tonggak penting perkembangan UBB terjadi saat pemerintah pusat menetapkan UBB sebagai perguruan tinggi negeri pada 19 November 2010, yang tidak hanya mengubah status kelembagaan tetapi juga mendorong percepatan pengembangan di berbagai bidang.

Baca juga: UBB peringati Dies Natalis ke-20, tegaskan komitmen pengembangan SDM dan riset

Sejarah perkembangan UBB, lanjutnya, menunjukkan capaian signifikan, termasuk perolehan akreditasi institusi peringkat B pada 2019 sebagai momentum penguatan mutu akademik dan tata kelola.

Selain itu, UBB juga memperoleh kepercayaan untuk menyelenggarakan program magister pada 2021 serta membuka Program Studi Kedokteran dan Profesi Dokter pada 2023.

“Secara kelembagaan, UBB juga bertransformasi dari PTN Satker menjadi PTN BLU pada Desember 2023 yang ditetapkan oleh Kementerian Keuangan, sebagai langkah untuk meningkatkan fleksibilitas dan kemandirian pengelolaan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Ibrahim memaparkan enam deklarasi dua dekade UBB. Pertama, komitmen membangun generasi unggul daerah melalui peningkatan akses pendidikan, angka partisipasi kasar (APK) perguruan tinggi, daya tampung mahasiswa, serta variasi program studi.

Kedua, mempercepat pengembangan sumber daya manusia pegawai melalui dukungan sertifikasi, tugas belajar, dan program beasiswa.

Ketiga, memperluas riset berdampak yang diarahkan pada hilirisasi dan selaras dengan program prioritas pemerintahan Prabowo-Gibran.

Baca juga: Tiga Guru Besar UBB dikukuhkan, perkuat riset dan pengembangan wilayah kepulauan

Keempat, memperkuat mutu pendidikan yang berkarakter dan berlandaskan nilai-nilai peradaban.

Kelima, mengembangkan infrastruktur kampus guna mendukung peningkatan kapasitas dan target kelembagaan.

Keenam, mendorong pengembangan potensi unggulan daerah melalui pembangunan pusat-pusat keunggulan.

Lebih lanjut, Ibrahim menyampaikan bahwa UBB menargetkan pengembangan fasilitas kampus, termasuk rencana pembangunan gedung kuliah antarfakultas pada 2027 melalui dukungan pendanaan SBSN dari Bappenas, serta pemanfaatan dana PNBP untuk perluasan fasilitas pada tahun berjalan.

UBB juga terus mengembangkan kawasan kampus di Air Itam untuk mendukung Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan di Air Anyir, serta pengembangan kampus di Belitung sebagai bagian dari cita-cita kolektif.

Ia berharap dukungan berbagai pihak, termasuk kehadiran Direktur Sumber Daya Dikti, dapat menjadi peluang pendanaan bagi penguatan fasilitas kampus ke depan.

“Melalui momentum dies natalis ini, kami mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak sehingga UBB dapat mencapai usia dua dekade, dan terus melangkah menuju dekade-dekade berikutnya,” ujar Ibrahim.



Pewarta: Elza Elvia
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026