Pangkalpinang (ANTARA) - Tiga akademisi Universitas Bangka Belitung (UBB) resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam rapat senat terbuka yang dirangkaikan dengan peringatan Lustrum IV atau Dies Natalis ke-20 di Balai Utama De Universitaria Kampus Terpadu UBB, Senin (13/4).

Rektor UBB, Profesor Ibrahim, mengatakan pengukuhan tersebut mempertegas posisi UBB sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang andal di wilayah kepulauan.

“Pengukuhan ini menjadi bukti nyata kemajuan UBB dalam melahirkan tenaga akademik yang kompeten dan berprestasi di tingkat nasional,” ujarnya.

Tiga akademisi yang dikukuhkan yakni Prof. Dr. Devi Valeriani, S.E., M.Si sebagai Guru Besar bidang ekonomi pariwisata, Prof. Dr. Reniati, S.E., M.Si di bidang manajemen sumber daya manusia strategik, serta Prof. Dr. Derita Prapti Rahayu, S.H., M.H di bidang hukum perusahaan pertambangan.

Dalam orasi ilmiahnya, Prof Devi Valeriani mengangkat pendekatan blue tourism sebagai fondasi integrated island tourism model yang dinilai strategis untuk pengembangan wilayah kepulauan.

Sementara itu, Prof Reniati menitikberatkan kajiannya pada pembangunan resiliensi organisasi dan bangsa dalam menghadapi dinamika era digital, yang dinilai krusial bagi keberlangsungan institusi modern.

Adapun Prof Derita Prapti Rahayu mengkaji relasi antara negara, perusahaan, dan masyarakat dalam ekosistem pertambangan di Indonesia dari perspektif hukum perusahaan pertambangan.

 

 

Rektor menambahkan, sebanyak 19 guru besar turut hadir dalam prosesi tersebut, menjadikannya momen istimewa karena mempertemukan berbagai unsur, termasuk dari Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, dalam satu forum akademik.

"Ada 19 orang guru besar yang turut hadir dalam pengukuhan ini sehingga forum ini jadi sangat istimewa karena jarang terjadi, NU dan Muhammadiyah berkumpul solid dalam satu ruangan," ujarnya.

Ia berharap penambahan guru besar ini semakin memperkuat kapasitas UBB dalam menghasilkan riset unggulan serta mencetak generasi berkualitas yang berkontribusi bagi pembangunan daerah dan nasional.

“Setiap guru besar membawa keahlian dan kajian ilmiah yang relevan dengan perkembangan zaman dan potensi daerah,” kata Ibrahim.



Pewarta: Elza Elvia
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026