Bangka Barat, Babel (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Barat bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menyalurkan bantuan 100 paket nutrisi kepada keluarga berisiko stunting di Kecamatan Simpangteritip.
"Bantuan ini bagian dari program terpadu yang menggabungkan edukasi keuangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kami mengapresiasi OJK Babel atas program ini," kata Bupati Bangka Barat Markus di Mentok, Jumat.
Menurut dia, percepatan penurunan angka stunting (tengkes) memerlukan sinergi kolektif dari berbagai pemangku kepentingan guna melengkapi program-program yang telah dijalankan.
"Perlu kepedulian dan kontribusi semua pihak untuk membantu masyarakat, bantuan ini sangat berarti bagi keluarga penerima manfaat dan menjadi wujud nyata sinergi dalam mendukung percepatan penurunan stunting dan peningkatan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
Program ini mendapat respons positif dari masyarakat penerima manfaat yang berharap kegiatan serupa terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak keluarga.
"Ke depan, kolaborasi seperti ini diharapkan semakin diperkuat guna menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan memiliki ketahanan ekonomi yang baik, sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Bangka Barat," katanya.
Deputi Kepala OJK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Soni Prima mengatakan kegiatan itu tidak hanya fokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga memberikan edukasi tentang pengelolaan keuangan, perencanaan keluarga, hingga perlindungan sosial ketenagakerjaan.
"Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) menjadi bukti peran aktif OJK di luar fungsi pengawasan sektor keuangan. Kami tidak hanya berperan dalam pengawasan sektor jasa keuangan, tetapi juga turut berkontribusi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan," katanya.
Kepala Bidang Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Babel Nanda Saputro mengingatkan pentingnya perlindungan sosial sebagai bagian dari ketahanan ekonomi keluarga.
Perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan merupakan salah satu fondasi penting dalam menciptakan keluarga yang tangguh secara ekonomi.
"Dengan adanya perlindungan terhadap risiko kerja, diharapkan keluarga tetap memiliki keberlangsungan penghasilan sehingga kebutuhan gizi dan tumbuh kembang anak dapat terpenuhi secara optimal," katanya.
Pewarta: Donatus Dasapurna PutrantaUploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026