Pangkalpinang (ANTARA) - Pemerintah Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menguatkan semangat gotong royong agar bisa bersama-sama mempercepat penurunan kasus tengkes di daerah itu.
"Kita terus melibatkan seluruh elemen dan lintas organisasi perangkat daerah di lingkungan pemkot, karena menurunkan tengkes tidak bisa dilakukan secara parsial," kata Sekretaris Daerah Kota Pangkalpinang Mie Go di Pangkalpinang, Rabu.
Menurut dia, penanganan atau pengentasan tengkes (stunting) perlu dilakukan secara kooperatif antara seluruh pemangku kepentingan agar kasus yang sudah semakin menurun ini bisa segera diselesaikan menyeluruh.
Di Kota Pangkalpinang jumlah balita yang mengalami tengkes sudah berkurang, namun tetap dibutuhkan gerakan bersama, kolaborasi dan semangat gotong royong agar target nol kasus bisa tercapai dua tahun mendatang.
"Saya sudah sampaikan, ayo kita sama-sama mengentaskan tengkes ini, baik dari Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman, Dinas Sosial, Dinas P3AKB, hingga Dinas Kesehatan, mari bergerak bersama mewujudkan Pangkalpinang tahun 2027 bisa mencapai nol tengkes," katanya.
Selain melakukan upaya gotong royong yang dilakukan di lingkungan pemkot, Mie Go menyambut baik program Makan Bergizi Gratis dari pemerintah pusat sebagai dukungan tambahan bagi upaya penurunan tengkes di daerah.
"Selain program MBG ada juga program dari Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial, insyaallah tengkes bisa kita selesaikan bersama,” katanya.
Ia mengatakan, selama ini di lingkungan pemkot juga dilaksanakan kegiatan pengumpulan telur ayam yang dinilai cukup berhasil membantu memenuhi kebutuhan gizi para balita di daerah itu sehingga program itu masih perlu untuk diteruskan.
"Kegiatan itu baik dan perlu dilanjutkan. Saya sudah sampaikan ke Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) untuk terus menjalankan program pengumpulan sukarela telur ayam," katanya.
Ia menyarankan agar pengumpulan telur dilakukan setiap bulan dan dirangkai dengan kegiatan lain yang melibatkan seluruh pegawai pemkot, instansi vertikal, dan masyarakat.
Berdasarkan data akhir 2024, angka tengkes di Kota Pangkalpinang sudah sesuai target nasional, yaitu di angka 14,4 persen, persentase ini turun 6,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 20,6 persen.
Dalam upaya percepatan penurunan tengkes, Pemkot Pangkalpinang juga telah melaksanakan pendampingan dan pemantauan kelompok sasaran, yaitu para calon pengantin, ibu hamil, ibu nifas balita dan bayi di bawah dua tahun.
Pada Juli 2025 sudah dilakukan pendampingan kepada 6.160 sasaran dan dari data tersebut terdapat 1.725 sasaran yang masuk kategori berisiko tengkes, dengan rincian calon pengantin yang didampingi 97 berisiko 44 orang, ibu hamil yang didampingi 1.022 yang berisiko 542 orang, ibu nifas didampingi 560 yang berisiko 241 orang dan bayi bawah dua tahun dan balita didampingi 2.756 yang berisiko 898 anak.
Pangkalpinang kuatkan semangat gotong royong turunkan tengkes
Rabu, 6 Agustus 2025 13:55 WIB
