Pangkalpinang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memaksimalkan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) guna menekan angka kasus stunting di Negeri Serumpun Sebalai itu.
"Kita perlu langkah-langkah yang lebih maksimal untuk menanggulangi kasus stunting ini," kata Penjabat Gubernur Kepulauan Babel Suganda Pandapotan Pasaribu di Pangkalpinang, Selasa.
Ia mengatakan langkah percepatan penurunan stunting yang dapat dilakukan adalah melalui kegiatan penyediaan Bina Keluarga Balita (BKB), stunting bagi kelompok Bina Keluarga Balita, operasional pendampingan sasaran calon pengantin keluarga beresiko dan balita stunting.
Mengoptimalkan operasional pencatatan hasil pemantauan pendampingan sasaran beresiko stunting, koordinasi di tingkat kabupaten/kota dalam bentuk pertemuan TPPS dan mitra kerja terkait, audit kasus stunting serta Mini lokakarya stunting.
Baca juga: Pj Gubernur pimpin langsung rapat tim percepatan penurunan stunting
Selain itu, Pemprov Kepulauan Babel akan membentuk TPPS hingga tingkat desa, kelurahan, sinergitas program lintas sektor, penyaluran CSR swasta untuk membantu keluarga beresiko maupun anak stunting.
"Yang paling penting adalah adanya komitmen pemerintah provinsi maupun kabupaten dan kota, untuk memprioritaskan penggunaan anggaran Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB) dalam mendukung pelaksanaan percepatan penurunan stunting ini," ujarnya.
Ia menyatakan berdasarkan SSGBI 2019, angka prevalensi stunting Provinsi Kepulauan Babel berada pada angka 19,9 dan turun menjadi 18,6 pada 2021 dan hanya turun 0,1 persen pada 2022 menjadi 18,5 persen.
"Melihat trend penurunan angka prevalensi stunting ini masih belum meyakinkan untuk mencapai target angka prevalensi stunting sebesar 14 persen pada 2024, untuk itu pemerintah menganggap perlu adanya percepatan pencapaian untuk mewujudkan Indonesia Emas yaitu membentuk keluarga muda yang sehat, produktif dan berketahanan keluarga secara utuh, dalam berbagai aspek kehidupan," katanya.
Baca juga: BKKBN Babel meminta Pemkab Bangka percepat realisasi BOKB
