Pangkalpinang (ANTARA) - Badan Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (BKHIT) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menambah pos pelayanan dan pengawasan di pintu masuk, guna mencegah perdagangan ilegal.

"Pada tahun ini, kita menambah pos pelayanan menjadi 12 unit dibandingkan tahun sebelumnya hanya empat pos pelayanan," kata Kepala BKHIT Provinsi Kepulauan Babel, Herwintarti di Pangkalpinang, Sabtu.

Ia mengatakan penambahan 12 pos pelayanan dan pengawasan lalulintas komoditas unggulan seperti hewan, ikan, tumbuhan dan hasil perkebunan Provinsi Kepulauan Babel berdasarkan Surat Keputusan Kepala Badan Karantina Indonesia Nomor 171 Tahun 2026.

Sebanyak 12 pos pelayanan tersebut tersebar di Pos Pelayanan Pelabuhan Muntok Kabupaten Bangka Barat, Pelabuhan Pangkalbalam Kota Pangkalpinang, Bandara Depati Amir Kota Pangkalpinang, Bandara HAS Hanandjoeddin Tanjung Pandan Belitung.

Selanjutnya Pos Pelayanan di Pelabuhan Belinyu Kabupaten Bangka, Kantor pos Pangkalpinang, Pos Pelayanan Sungai Selan Kabupaten Bangka Tengah, Pelabuhan Sadai Bangka Selatan,  Pelabuhan Tanjung Batu, Pelabuhan Tanjung Ru, Pelabuhan Tanjung Keluang dan Pelabuhan Tanjung Pandan Belitung.

"Kita memperkuat pelayanan dan pengawasan di 12 pos pelayanan ini untuk menyukseskan program strategis Badan Karantina Indonesia dalam melindungi sumber daya alam hayati dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional," katanya.

Ia menyebutkan dalam program strategis Badan Karantina Indonesia 2026 terdapat tiga pilar, diantaranya penguatan kelembagaan dengan memperluas branding institusi kepada seluruh elemen bahwa fungsi Badan Karantina endorong hilirisasi dengan dukungan institusi.

Selain itu, Badan Karantina Indonesia ini juga sebagai institusi di perbatasan yang dapat memperkuat pengawasan khususnya di pintu masuk komoditas hewan, ikan dan tumbuhan, guna mencegah perdagangan ilegal.

"Kita bersinergi dengan lembaga dan kementerian lainnya untuk mendorong hilirisasi perdagangan komoditas-komoditas wajib periksa maupun lapor untuk mengakselerisasi "go ekspor", sehingga tujuan program ini dapat meningkatkan devisa negara dan memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional,"ujarnya.



Pewarta: Aprionis
Editor : Feny Aprianti

COPYRIGHT © ANTARA 2026