Pangkalpinang, (ANTARA Babel) - Stok kacang kedelai di Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mencapai 92 ton dan diperkirakan cukup untuk memenuhi permintaan konsumen hingga Tahun Baru 2013.
"Persediaan kacang kedelai impor yang dikirim dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta ke Pelabuhan Pangkalbalam saat ini diperkirakan mencukupi permintaan konsumen saat Hari Raya Natal hingga Tahun Baru 2013," ujar Kabid Perdagangan Dalam Negeri dan Perindustrian (Disperindag) Babel, Ridwan di Pangkalpinang, Kamis.
Ia menjelaskan, rincian stok kedelai di beberapa pedagang ditributor di Pangkalpinang yaitu UD Mawar Jaya 27 ton, PT Bangka Alam Sejahtera 20 ton dan Akon 20 ton.
Kemudian CV Bina Purnama Bersama 10 ton dan Toko Sumbr Pelita 15 ton.
Sedangkan untuk produksi kedelai lokal masih minim dan hanya bisa memenuhi sekitar 15 persen permintaan dari masyarakat di daerah itu.
"Ke depannya pemerintah daerah akan berusaha mendorong untuk terus meningkatakan pengembangan perkebunan kacang kedelai, sehingga secara perlahan bisa memenuhi permintaan masyarakat Babel," ujarnya.
Ia mengatakan, untuk perkembangan harga kacang kedelai di tingkat pedagang distributor juga masih stabil yaitu kedelai impor Rp8.000 per kilogram (kg) dan kedelai lokal Rp9.000 per kg.
Ridwan mengkui harga kedelai lokal cenderung lebih tinggi dibanding kedelai impor, karena kualitasnya yang lebih bagus dibanding kedelai impor.
"Mengigat stok kacang kedelai di pasaran sangat terbatas dan kami berharap para pedagang terus meningkatkan stoknya untuk memenuhi permintaan masyarakat setempat," ujarnya.
Selain itu, kata dia, pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk lebih mengutamakan produk pangan lokal atau produk kacang kedelai lokal karena kualitasnya lebih terjamin dibanding produk luar.
Sementara itu, untuk stok minyak goreng saat ini sebanyak 430 ton dengan kisaran harga Rp7.000 hingga Rp15.000 per liter dan diperkirakan cukup memenuhi permintaan hingga akhir tahun 2012.
(T.KR-WRA)
