Pangkalpinang (Antaranews Babel) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengoptimalkan program integrasi pertenakan sapi potong dengan perkebunan kelapa sawit guna meningkatkan populasi ternak di daerah itu.

"Kita mengajak semua pemilik perkebunan sawit yang memiliki luas lahan 10 hektare atau lebih untuk juga memelihara sapi," kata Kepala Pertanian Kepulauan Babel, Toni Batubara di Pangkalpinang, Jumat.

Ia menyebutkan di daerah itu terdapat 42 perusahaan kelapa sawit dengan luas perkebunan mencapai 140.000 hektare, dimana 120.000 hektare di antaranya sudah menghasilkan.

"Kami berharap perusahaan yang sawitnya sudah menghasilkan memelihara sapi yang nanti dikelola masyarakat sekitar," ujarnya.

Menurut dia, jika setiap 10 hektare perkebunan sawit memelihara satu ekor sapi, maka target pemerintah daerah membudidayakan sapi potong akan dapat tercapai, karena dari lahan 120.000 hektare dapat membudidayakan 12.000 ekor sapi potong.

"Jika ini tercapai maka kita yakin harga sapi potong tidak akan tinggi dan masyarakat akan lebih mudah mengonsumsi daging sapi karena harganya yang murah," ujarnya.

Dengan adanya optimalisasi program integrasi sapi dan sawit ini pihaknya menunggu para pemilik perkebunan sawit, kapan akan membeli sapi dan masyarakat sekitar harus dilibatkan untuk memelihara sapi tersebut.

"Setelah ini kita akan menunggu keputusan dari masing-masing pemilik perkebunan sawit, kapan akan membeli sapi nya karena kita akan melakukan pendampingan ke mereka untuk dapat memelihara sapi tersebut dengan baik," ujar Tobi Batubara.

Pewarta: Elza Elvia
Editor : Riza Mulyadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026