Muntok (Antara Babel) - Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung meminta para tabib, sinshe dan pelaku pengobatan alternatif di daerah itu membentuk organisasi untuk memudahkan kontrol terhadap praktik mereka.
"Ini penting dilaksanakan agar kami bisa melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap praktik pengobatan tradisional tersebut sehingga tidak merugikan pasien," ujar Kepala Bidang Pembinaan Masyarakat dan Promosi Kesehatan Dinkes Kabupaten Bangka Barat Rudi Faizul Badri di Muntok, Kamis.
Ia menjelaskan, saat ini praktik pengobatan alternatif yang dilakukan para tabib, sinshe, dukun kampung, pijat refleksi dan sejenisnya sangat dibutuhkan kaberadaannya oleh masyarakat sebagai alternatif menyembuhkan beberapa penyakit.
Menurutnya, praktik pengobatan tradisional tidak mungkin ditutup karena banyak bukti bisa menyembuhkan beberapa penyakit tertentu dan dipercaya sebagian masyarakat di daerah itu.
"Agar praktiknya bisa dikontrol, kami berharap para pelaku pengobatan tradisional ini bisa membentuk organisasi atau wadah perkumpulan dan ada yang bertanggung jawab sepenuhnya, dari situ kami juga bisa melakukan pengawasan agar pada praktiknya tidak menyimpang," kata dia.
Ia mengatakan, dari perkumpulan itu pemkab melalui Dinas Kesehatan juga bisa melakukan pendataan dan bukan tidak mungkin ke depannya bisa dipanggil untuk dilatih agar praktiknya tidak membahayakan pasien.
Selain itu, kata dia, para pelaku pengobatan alternatif di daerah itu juga diharapkan mengurus izin praktik.
"Dari puluhan usaha pengobatan alternatif, selama ini kami baru menerima beberapa pemilik usaha yang mengurus surat izin praktik di Dinkes," kata dia.
Hal ini diutarakan Rudi Faizul terkait pernyataan salah seorang calon anggota legislatif setempat, Merita Rukmiyati yang meminta pemkab memfasilitasi para pelaku praktik pengobatan tradisional di daerah itu.
Ia mengatakan, praktik pengobatan tradisional di daerah itu sudah lama ada dan perlu dikembangkan karena selama ini memang pengobatan tradisional masih menjadi alternatif masyarakat setempat untuk menyembuhkan berbagai penyakit.
"Kami minta pemkab memfasilitasi mereka dengan membantu melakukan penelitian berbagai bahan pengobatan yang selama ini diambil dari tumbuh-tumbuhan yang berada di lingkungannya, hal ini perlu dilakukan agar masyarakat juga tahu kandungan zat dan khasiat apa saja yang yang ada dalam tanaman tersebut," kata dia.
Menurut Merita, hal ini penting dilakukan agar masyarakat semakin percaya pengobatan tradisional juga bisa menyembuhkan berbagai penyakit.
"Kalau perlu pemkab menjalin kerja sama dengan LIPI untuk menguji dan meneliti berbagai tumbuhan yang biasa digunakan para tabib, sinshe, dukun kampung, agar masyarakat semakin tahu bahwa pengobatan alternatif memang aman," katanya.
