Pantauan Antara, Rabu pagi (9/4), di pusat perbelanjaan kawasan Pasar Pembangunan Pangkalpinang dan sejumlah pasar tradisional lainnya, hanya di beberapa titik saja terlihat pengunjung ramai di tempat pedagang kaki lima (PKL) seperti pedagang sayur mayur dan pedagang sembako eceran lainnya, sementara toko-toko dan distributor sembako, elektronik dan pakaian masih tutup.
Sementara itu, arus lalu-lintas di sejumlah ruas jalan di kawasan pusat perbelanjaan juga terlihat sepi tidak seperti pada hari biasa yang selalu padat.
"Pagi ini, warga menggunakan hak pilihnya dan diperkirakan siang nanti pengunjung akan ramai berbelanja," ujar A Yen, pedagang kelontong.
Ia mengatakan, jual beli dan pertokoan akan kembali normal pada pukul 13.00 WIB hingga sore karena hari libur nasional.
"Saat ini, warga masih disibukan mencoblos di TPS-TPS untuk memilih wakilnya di parlemen," ujarnya.
Sementara itu, harga sayuran mengalami kenaikan karena stok sayur mayur berkurang drastis, sehingga harga sayur mayur naik.
Yeti, salah seorang pedagang sayur, menyatakan, harga selada dari Rp 10.000 per kilogram naik Rp 20.000 per kilogram, bayam dari Rp 4.000 naik menjadi Rp8.000 per kilogram, kangkung dari Rp 4.000 naik menjadi Rp 10.000 per kilogram dan sawi dari Rp5.000 menjadi Rp 8.000 per kilogram.
Demikian juga, harga cabai mengalami kenaikan Rp40.000 dari harga sebelumnya Rp20 ribu per kilogram, harga bawang merah naik menjadi Rp30.000 dari harga sebelumnya Rp20.000 per kilogram.
"Harga sayur mayur naik pasokan dan persediaan kurang seiring para distributor sayur mayur masih tutup karena mereka mencoblos di TPS," ujar.
Pewarta: Oleh AprionisEditor : Aprionis
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.