Koba, Babel,  (Antaranews Babel) - Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyalurkan bantuan sapi dan mesin pencacah sawit kepada para petani yang tergabung dalam kelompok, dalam rangka menyukseskan program integrasi sawit-sapi.

"Integrasi sawit dan sapi merupakan salah satu bentuk impelementasi sistem integrasi tanaman ternak (SITT)," kata Bupati Bangka Tengah, Ibnu Saleh di Koba, Rabu.

Ia menjelaskan, kotoran sapi bisa dimanfaatkan untuk pupuk tanaman sawit, dengan harapan dapat meningkatkan populasi sapi dan meningkatkan kesuburan tanah yang ditanami kelapa sawit.

"Pemerintah daerah sudah menyosialisasikan program tersebut kepada para peternak dan petani yang tergabung dalam kelompok dengan membentuk sekolah lapang, untuk mengenalkan sistem perkembang biakan sapi melalui integrasi perkebunan sawit-sapi," ujarnya.

Ia menjelaskan, program integrasi sawit - sapi sangat membantu para peternak dan petani untuk meningkatkan produksi karena sama-sama memberikan keuntungan dan dikembangkan dalam satu kawasan.

"Jika masyarakat benar-benar tepat menerapkan program tersebut, maka saya sangat optimistis para petani dan peternak di daerah ini akan semakin sejahtera," katanya.

Ia mengatakan, hingga sekarang sudah ada beberapa petani baik perorangan maupun yang tergabung dalam kelompok yang sudah menerapkan program integrasi sawit-sapi tersebut.

"Sudah ada sebagian yang menerapkan, kami ingin program ini dilaksanakan secara masif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah ini," ujarnya.

Pewarta: Ahmadi
Uploader : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026