"Kami melaksanakan komitmen peningkatan maturitas sistem pengendalian internal pemerintah kepala OPD sebagai salah satu upaya kita untuk mewujudkan status WTP dan SAKIP B," kata Bupati Belitung, Sahani Saleh di Tanjung Pandan, Senin.
Ia mengatakan saat ini skor maturitas Kabupaten Belitung masih di bawah 3.00 sehingga menjadi penyebab utama belum terwujudnya status opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dan SAKIP B di daerah itu.
Dikatakannya, berdasarkan hasil survei Persepsi Penilaian Tingkat Maturitas Penyelenggaraan SPIP pada 13 organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemkab Belitung pada tanggal 27 Agustus 2018 masih berada pada level "berkembang" atau tingkat dua dari enam tingkat maturitas SPIP dengan nilai 2,458.
"Untuk itulah perlu adanya penguatan tata kelola melalui penguatan SPIP di samping itu juga diperlukan rencana aksi yang implementatif, terstruktur, dan masif untuk meningkatkan skor Maturitas SPIP Kabupaten Belitung dengan target di atas 3.01," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Faisal, di Tanjung Pandan, Senin mengatakan skor Maturitas SPIP yang masih di bawah 3.00 masih rentan terjadinya penyimpangan-penyimpangan.
Ia mendorong, pemerintah di daerah itu agar mempunyai langkah yang progresif dan komitmen guna menuju capaian skor maturitas 3.00 sehingga mampu mencegah segala macam potensi penyimpangan.
"Kalau SPIP nya lebih bagus maka nilai SAKIP nya juga akan bagus karena SAKIP sangat terkait dengan efektivitas kinerja dan itu adalah pencapaian tujuan pertama dari SPIP," katanya.
Pewarta: ApriliansyahUploader : Adhitya SM
COPYRIGHT © ANTARA 2026