"Kami terus melakukan sosialisasi bahaya DBD serta gencar melakukan PSN dan yang lainnya di daerah-daerah endemis," kata Kepala Dinkes Kabupaten Bangka, Then Suyanti di Sungailiat, Jumat.
Ia mengatakan, PSN yang dilaksanakan Dinkes Kabupaten Bangka dilakukan langsung ke rumah-rumah warga terhadap tampungan air yang kurang diperhatikan masyarakat.
Menurut dia, masih banyak warga yang belum menyadari kalau drum yang tidak terpakai banyak menampung air atau selokan memiliki genangan air harus dibuang, supaya tidak timbul jentik nyamuk.
"Berdasarkan hasil ke lapangan masih banyak warga kurang perhatian terhadap barang yang bisa menampung air, seperti drum bekas dan selokan, ini harus menjadi perhatian warga," katanya.
Masyarakat harus menyadari dan mulai melakukan PSN, hal ini disebabkan perkembangbiakan nyamuk sangat cepat, dalam satu kali bertelur nyamuk bisa menghasilkan 100 hingga 150 butir telur dalam seminggu, sehingga dalam satu bulan bisa mencapai 600 jentik nyamuk.
Diimbau bagi warga selain melakukan PSN, tempat penampungan air bisa dicampur dengan abate supaya nyamuk enggan bersarang di tempat tersebut.
"Intinya mari tingkatkan PSN dan 3M, sebab fogging hanya membunuh nyamuk dewasa, tapi jentik yang harus diberantas untuk mengatasi DBD ini," katanya.
Pewarta: Dwi HPUploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.