Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mencatat jumlah transaksi kegiatan Pasar Tani di daerah itu sepanjang 2023 mencapai Rp407 juta.

"Jumlah omset kegiatan Pasar Tani 2023 mencapai Rp407 juta," kata Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura DKPP Belitung, Tenny Meireni di Tanjung Pandan, Rabu.

Menurut dia, jumlah omset tersebut berhasil dikumpulkan dari 12 kali pelaksanaan kegiatan Pasar Tani yang digelar di sejumlah lokasi.

Kegiatan Pasar Tani DKPP Belitung juga dikolaborasikan dengan kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar dalam rangka mengendalikan kondisi inflasi.

"Kegiatan Pasar Tani memang rutin kami gelar di setiap bulannya terutama di minggu pertama awal bulan," ujarnya.

Tenny menambahkan, kegiatan Pasar Tani DKPP Belitung rutin diikuti oleh sekitar 18 sampai 20 petani. Peserta Pasar Tani merupakan petani mitra DKPP Belitung.

Ia menyampaikan, salah satu tujuan pelaksanaan kegiatan Pasar Tani adalah meningkatkan pendapatan petani setempat.

Selain itu, kegiatan Pasar Tani juga bertujuan mengendalikan kondisi inflasi di daerah itu.

"Karena bahan kebutuhan pokok yang dijual di Pasar Tani jauh lebih murah atau rendah dibandingkan harga bahan kebutuhan pokok di tingkat pasaran," katanya. 

Tenny menyebutkan, kegiatan Pasar Tani di 2024 akan tetap dilaksanakan guna meningkatkan pendapatan petani dan mengendalikan kondisi inflasi di wilayah itu.

Disampaikannya, selama ini kegiatan Pasar Tani mendapatkan sambutan positif dari masyarakat.

"Kegiatan Pasar Tani di 2024 akan tetap kami laksanakan karena selama ini Pasar Tani selalu mendapatkan sambutan yang positif dari masyarakat," ujarnya.

Pewarta: Apriliansyah

Editor : Bima Agustian


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2024