Koba (Antaranews Babel) - Sebanyak 11 desa di Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjadi tempat pengembangan dan pembudidayaan ikan air tawar dengan memanfaatkan "kolong" atau lubang bekas penambangan bijih timah.

"Kami sudah memanfaatkan sejumlah kolong pada 11 desa menjadi tempat pembudidayaan ikan air tawar dan pengembangannya dilakukan secara berkelompok serta perorangan," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bangka Tengah, Dedi Muchdiyat di Koba, Kamis.

Ia menjelaskan, sebanyak 11 desa yang memanfaatkan kolong menjadi kolam budi daya ikan air tawar yaitu Desa Kayu Besi, Baskara Bakti, Pedindang, Bukit Kijang, Sungaiselan Atas, Lubuk Lingkuk, Lubuk Besar, Batu Beriga, Beruas, Air Mesu dan Desa Cambai.

"Budi daya 'ikan kolong' ini sudah dikembangkan sejak 2014 dan sampai sekarang pemerintah daerah terus mendorong memanfaatkan lubang bekas penambangan bijih timah itu bernilai ekonomis terutama eks kolong yang sudah berusia 10 tahun ke atas," katanya.

Ia menjelaskan, produksi ikan budi daya di kolong terus meningkat dan tidak ada masalah dengan kondisi air karena sudah dilakukan uji laboratorium untuk memastikan layak atau tidaknya air kolong menjadi habitat ikan budi daya.

"Semua lubang bekas penambangan bijih timah yang dijadikan kolam ikan budi daya itu sudah lolos uji laboratorium dan itu artinya sudah aman dan layak," katanya.

Ia mengatakan, terdapat berbagai jenis ikan air tawar yang dikembangkan di antaranya lele, nila, patin, gurami dan jenis ikan air tawar lainnya.

"Pemerintah daerah juga terus mendorong dan membantu para pembudidaya ikan air tawar dengan memanfaatkan kolong, di antaranya menyalurkan bantuan sarana dan prasarana," katanya.

Pewarta: Ahmadi

Editor : Rustam Effendi


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2018