Meski tidak ada yang sampai gulung tikar, tetapi volume produksi dan harga menurun, misalnya harga karet dulu bisa mencapai Rp15 ribu, sekarang jadi Rp5 ribu hingga Rp6 ribu.
Pangkalpinang, 22/10 (ANTARA Babel) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menyatakan para pengekspor di daerah ini harus melakukan diversifikasi pasar untuk menghindari krisis di salah satu negara tujuan ekspor.

"Dengan melakukan diversifikasi pasar, kita tidak perlu takut kalau di salah satu pasar tujuan ekspor  sedang terjadi krisis karena masih ada negara lain yang stabil," kata Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Mikro Menengah (UMKM) Babel, Budiman Ginting di Pangkalpinang, Senin.

Budiman mengatakan, terjadinya krisis Eropa beberapa waktu lalu mempengaruhi produktivitas industri kecil dan UMKM di Babel.

"Meski tidak ada yang sampai gulung tikar, tetapi volume produksi dan harga menurun, misalnya harga karet dulu bisa mencapai Rp15 ribu, sekarang jadi Rp5 ribu hingga Rp6 ribu," kata dia.

Dinas Koperasi dan UMKM Babel melakukan beberapa hal terkait lesunya kondisi industri kecil saat ini, antara lain dengan mendorong industrialisasi barang ekspor.

"Kami senantiasa menyosialisasikan kepada para pengekspor agar melakukan industrialisasi, olah dulu barang yang akan diekspor, jangan mengekspor bahan mentah sehingga kita dapat nilai lebih dari itu," kata dia.

Selain itu, Budiman kembali menekankan agar pasar ekspor lebih dikembangkan, jangan selalu tertuju pada Eropa dan Amerika Serikat.

"Coba kita bidik negara-negara di Afrika, ASEAN, Asia, atau Timur Tengah, mereka adalah negara-negara yang cukup potensial karena perekonomian sedang berkembang di sana," kata dia.

Saat ini, berdasarkan data Dinas Koperasi dan UMKM Babel, jumlah industri kecil dan menengah di Bangka Belitung sebanyak 300 unit usaha.

Sedangkan menurut data BPS, nilai ekspor Babel pada Agustus hanya sebesar  101,9 juta dolar AS. Nilai tersebut turun 36,4 persen dibanding Juli yang mencapai 160,3 juta dolar AS.

Sementara itu, timah sebagai komoditas utama penyumbang ekspor Babel juga mengalami penurunan nilai ekspor pada September.

Nilai ekspor timah turun secara signifikan sebesar 26,2 persen dari 113,5 juta dolar AS menjadi 83,7 juta dolar AS.

Beberapa negara tujuan utama ekspor timah tersebut antara lain Singapura yang mencapai 699,9 juta dolar AS, atau sebesar 70,2 persen dari keseluruhan ekspor timah.


: Ida

COPYRIGHT © ANTARA 2026