"Pada Maret tahun ini NTP subsektor hortikultura turun 2,36 persen, tanaman perkebunan rakyat 2,97 persen, peternakan 1,74 persen, dan perikanan turun 0,84 persen, sementara tanaman pangan petani naik 1,51 persen," kata Kepala BPS Provinsi Kepulauan Babel, Dwi Retno Wilujeng Wahyu Utami di Pangkalpinang, Jumat.
Ia mengatakan indeks harga yang diterima petani (It) secara umum mengalami penurunan 2,75 persen dibandingkan bulan sebelumnya, yaitu dari 109,34 menjadi 106,33.
"Penurunan lt ini karena turunnya hortikultura 2,60 persen, tanaman perkebunan rakyat 3,15 persen, peternakan 1,67 persen dan perikanan 0,89 persen. Sedangkan subsektor yang mengalami kenaikan It yaitu subsektor tanaman pangan sebesar 1,27 persen," ujarnya.
Menurut dia, indeks harga yang dibayar petani (Ib) juga mengalami penurunan sebesar 0,17 persen jika dibandingkan Februari 2020 yaitu dari 103,36 menjadi 103,19, karena turunnya Ib tanaman pangan dan hortikultura sebesar 0,24 persen, tanaman perkebunan rakyat 0,19 persen, dan perikanan sebesar 0,05 persen.
"Subsektor yang mengalami kenaikan Ib adalah subsektor peternakan sebesar 0,07 persen," katanya.
Ia menambahkan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) petani pada Maret 2020 terjadi penurunan IKRT di daerah perdesaan di Provinsi Kepulauan Babel sebesar 0,21 persen. Penurunan IKRT pada kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,42 persen.
"Beberapa kelompok pengeluaran lainnya mengalami kenaikan seperti kelompok pakaian dan alas kaki (0,09 persen), kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga (0,23 persen), kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga (0,01 persen), kelompok kesehatan (0,21 persen), kelompok transportasi (0,01 persen) dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya (0,15 persen)," katanya.
Pewarta: AprionisUploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.