Pangkalpinang (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mencatat nilai tukar petani (NTP) Provinsi Kepulauan Babel pada April 2026 mencapai 155,42 atau naik 0,36 persen dibandingkan bulan Maret 2025 (month-to-month/mtm) senilai 154,86.

"Kenaikan NTP ini karena naiknya indeks harga diterima petani (It) 1,13 persen, sementara indeks harga dibayar petani (Ib) naik lebih rendah 0,77 persen," kata Kepala BPS Kepulauan Babel Sugeng Arianto di Pangkalpinang, Senin.

Ia mengatakan peningkatan NTP pada April 2026 dipengaruhi oleh kenaikan indeks pada subsektor hortikultura dan tanaman perkebunan rakyat masing-masing sebesar 2,17 persen dan 0,59 persen mtm.

"Penurunan terjadi di subsektor tanaman pangan 0,47 persen, peternakan turun sebesar 7,40 persen dan perikanan turun 0,93 persen," katanya.

Ia menyatakan It merupakan indikator yang menunjukkan fluktuasi harga beragam komoditas pertanian yang dihasilkan petani. Pada April 2026 secara umum, It naik sebesar 1,13 persen dibandingkan It Maret 2026, yaitu dari 193,02 menjadi 195,21.

"Kenaikan It ini, karena naiknya tanaman hortikultura 2,70 persen, tanaman perkebunan rakyat sebesar 1,47 persen," katanya.

Ia menambahkan melalui Ib dapat dilihat fluktuasi harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh masyarakat perdesaan, khususnya petani yang merupakan bagian terbesar dari masyarakat perdesaan, serta fluktuasi harga barang dan jasa yang diperlukan untuk memproduksi hasil pertanian.

"Pada April tahun ini, Ib sebesar 125,60 atau naik sebesar 0,77 persen bila dibanding bulan sebelumnya 124,64, karena naiknya nilai Ib pada tanaman pangan 0,44 persen, tanaman hortikultura 0,52 persen, tanaman perkebunan rakyat 0,88 persen, peternakan 0,12 persen dan perikanan 0,38 persen," katanya.
 



Pewarta: Aprionis
Editor : Feny Aprianti

COPYRIGHT © ANTARA 2026