"Penurunan ekspor timah pada Maret tahun ini 40,09 persen, sebaliknya nontimah naik 1,20 persen," kata Kepala BPS Provinsi Kepulauan Babel, Dwi Retno Wilujeng Wahyu Utami di Pangkalpinang, Senin.
Menurut dia apabila dibandingkan nilai ekspor komoditas timah dan nontimah pada Februari 2020, maka ekspor Maret tahun ini turun sebesar 38,09 persen. Penurunan nilai ekspor didorong oleh turunnya ekspor timah sebesar 44,28 persen.
"Peran timah selama Januari-Maret 2020 mencapai 82,95 persen. Ekspor nontimah juga menurun sebesar 12,51 persen dengan peran nontimah periode Januari - Maret 2020 mencapai 17,05 persen," katanya.
Ia mengatakan Singapura masih menjadi negara tujuan utama ekspor timah Provinsi Kepulauan BangkaBelitung. Sekitar 24,55 persen ekspor timah pada Januari-Maret 2020 dikirim ke Negeri Singa Putih ini.
"Jika dibanding Januari-Maret 2019, ekspor timah ke Singapura pada tahun ini turun sekitar 38,89 persen," katanya.
Selanjutnya, ekspor timah ke Amerika Serikat, India, Korea Selatan, dan Tiongkok yang berada dalam lima negara tujuan utama ekspor timah pada Januari-Maret 2020. Peran keempat negara berkisar antara 10,05 persen hingga 16,33 persen.
"Lima negara utama tujuan ekspor timah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berperan sebesar 80,56 persen," ujarnya.
Ia menambahkan ekspor nontimah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Januari-Maret 2020 didominasi oleh lemak dan minyak hewan/nabati. Nilai ekspor lemak dan minyak hewan/nabati akumulasi hingga Maret 2020 menjadi US$45,7 juta atau 80,23 persen dari jumlah ekspor nontimah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
"Nilai ini naik 60,79 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Selain itu, nilai ikan dan udang juga meningkat 84,62 persen," katanya.
Pewarta: AprionisUploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026