Pangkalpinang, (Antara Babel) - Nilai tukar petani Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Januari 2013 sebesar 99,95 atau mengalami kenaikan 0,39 persen dibandingkan NTP Desember 2012 sebesar 99,56.

"Kenaikan itu terjadi karena perubahan indeks harga yang diterima petani lebih besar dibandingkan perubahan indeks harga yang dibayar petani," ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Babel Teguh Pramono di Pangkalpinang, Sabtu.

Indeks harga yang diterima petani (IT), kata dia, merupakan indikator yang menunjukkan fluktuasi harga beragam komoditas pertanian yang dihasilkan petani dan terdapat lima subsektor komoditas hasil-hasil pertanian yang dicatat perkembangan harganya.

Pada bulan Januari 2013, lanjut dia, secara umum IT mengalami kenaikan sebesar 1,24 persen dibandingkan dengan IT Desember 2012, yaitu dari 123,64 menjadi 125,17.

Kenaikan IT terjadi karena adanya kenaikan indeks diterima petani pada subsektor tanaman pangan, hortikultura, tanaman perkebunan rakyat, peternakan, dan perikanan.

Selain itu, melalui indeks harga yang dibayar petani (IB) dapat dilihat fluktuasi harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh masyarakat perdesaan, khususnya petani yang merupakan bagian terbesar dari masyarakat perdesaan serta fluktuasi harga barang dan jasa yang diperlukan untuk memproduksi hasil pertanian.

"Pada bulan Januari 2013, IB mengalami peningkatan sebesar 0,84 persen bila dibandingkan Desember 2012, yaitu dari 124,18 menjadi 125,23," ujarnya.

Lembih lanjut ia mengatakan, indeks kelompok Konsumsi Rumah Tangga (KRT) juga mengalami kenaikan sebesar 1,05 persen dari 128,40 menjadi 129,75 dan indeks kelompok biaya produksi dan penambahan barang modal (BPPBM) naik sebesar 0,24 persen dari 115,07 menjadi 115,34.

Sementara itu, menurut Teguh pada bulan Januari 2013, NTP-P  mengalami penurunan indeks, yaitu dari 83,85 menjadi 83,22.

"Penurunan indeks sebesar 0,75 persen menggambarkan turunnya NTP-P yang disebabkan perubahan IT lebih kecil dibandingkan dengan perubahan IB," ujarnya.

Kenaikan yang terjadi pada IT karena indeks pada subkelompok padi naik sebesar 0,71 persen dengan pemicu utama kenaikan indeks subkelompok padi adalah naiknya indeks beberapa komoditas, seperti jagung pipilan dan gabah kering giling.

Kenaikan yang terjadi pada IB karena adanya kenaikan indeks pada kelompok KRT sebesar 1,07 persen dari 130,50 menjadi 131,90 dan kenaikan indeks pada kelompok BPPBM sebesar 0,18 persen dari 134,73 menjadi 134,97.

"Nilai tukar petani (NTP) merupakan salah satu indikator yang menunjukkan tingkat kesejahtraan petani di suatu wilayah," ujarnya.

Penghitungan indikator ini diperoleh dari perbandingan antara indeks harga yang diterima petani (IT) dan indeks harga yang dibayar petani (IB) yang dinyatakan dalam persentase dan secara umum semakin tinggi nilai NTP, semakin sejahtera tingkat kehidupan petani.


Editor : Wira Suryantala

COPYRIGHT © ANTARA 2026