"Pada awal tahun ini, kasus DBD yang ditemukan cukup banyak karena kesadaran warga menjaga kebersihan lingkungan masih rendah,"
Pangkalpinang (Antara Babel) - Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang awal 2015 ini sudah menemukan 27 kasus demam berdarah dengue (DBD) tersebar di tujuh kecamatan di ibu kota Provinsi Bangka Belitung itu.

"Pada awal tahun ini, kasus DBD yang ditemukan cukup banyak karena kesadaran warga menjaga kebersihan lingkungan masih rendah," kata Kabid Pengendalian Masalah Kesehatan Dinkes Pangkalpinang, Suprihatin di Pangkalpinang, Senin.

Ia menjelaskan, sebanyak 27 penderita DBD tersebut tersebar di Kecamatan Pangkalbalam tercatat empat kasus, Selindung lima, Melintang sembilan, Girimaya satu, Taman Sari satu, Air Hitam satu, Kacang Pedang dan Gerunggang enam kasus.

Sementara itu, Kecamatan Pasir Putih belum ditemukan kasus DBD dan malaria, seiring kesadaran warga menjaga kesehatan di kecamatan itu cukup baik dibanding wilayah lainnya.

"Diperkirakan kasus DBD ini akan terus bertambah, karena perindukan dan populasi nyamuk selama musim hujan ini cukup tinggi," ujarnya.

Dalam upaya menekan angka kasus DBD, kata dia, pihaknya telah melakukan pengasapan atau 'fongging' di wilayah temuan kasus, pemberian bubuk abate pembunuh jentik nyamuk dan lainnya.

"Saat ini, kami menunggu aksi dari warga untuk membersihkan lingkungan masing-masing, agar upaya yang dilakukan pemerintah daerah membasmi dan memberantas sarang indukan nyamuk lebih efektif," ujarnya.

Jika tidak ada tindakan dan kesadaran dari warga, kata dia, tentu upaya pemerintah melakukan fongging, membagikan abate dan lainnya akan sia-sia karena indukan nyamuk terus berkembang biak di lingkungan yang tidak sehat tersbut.

"Kami berharap warga untuk segera melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) serta menjaga pola hidup bersih, sehat (PHBS) merupakan kunci utama menekan kasus DBD," ujarnya.


Pewarta: Aprionis
Editor : Mulki

COPYRIGHT © ANTARA 2026